BERITA TERKINI
Album Kompilasi “Bintang Muda Lokananta Vol. 2” Diluncurkan, Menandai Puncak Inkubasi Musisi Muda di Studio Lokananta

Album Kompilasi “Bintang Muda Lokananta Vol. 2” Diluncurkan, Menandai Puncak Inkubasi Musisi Muda di Studio Lokananta

Program pembinaan talenta musik muda “Bintang Muda Lokananta Vol. 2” mencapai puncaknya melalui release party album kompilasi yang digelar di Studio Lokananta, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu, 27 Juni 2026. Peluncuran ini menandai hasil akhir proses inkubasi yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga tersaring lima finalis.

Program tersebut merupakan kolaborasi PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PPA), PT Danareksa (Persero) (Danareksa), dan Lokananta Records. Inisiatif ini disebut sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi industri kreatif nasional sekaligus mengoptimalkan Studio Lokananta sebagai cagar budaya musik Indonesia.

Corporate Secretary & CSR Danareksa, Agus Widjaja, menyatakan transformasi Lokananta tidak hanya berfokus pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan baru bagi kreativitas generasi muda. Menurutnya, pemberdayaan talenta lokal diharapkan dapat menggerakkan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan serta memperluas kontribusi ekonomi kreatif, baik bagi Lokananta maupun Indonesia.

Direktur Utama PPA, Teguh Wirahadikusumah, menegaskan revitalisasi Lokananta tidak berhenti pada perbaikan fisik. Ia menyebut program Bintang Muda Lokananta sebagai wujud upaya menciptakan nilai tambah bagi industri kreatif nasional. Teguh juga mengatakan sejak diluncurkan pada 2023, program ini telah berkontribusi menggerakkan ekonomi kreatif secara sirkular hingga sekitar Rp 35 miliar.

Dalam pelaksanaannya, Bintang Muda Lokananta dirancang sebagai ekosistem pembinaan yang mencakup seleksi, edukasi industri, produksi karya, hingga distribusi komersial. Dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi, terpilih 12 besar, lalu mengerucut menjadi lima finalis yang mendapat pendampingan profesional dan kesempatan merekam karya orisinal di Studio Lokananta.

Album kompilasi “Bintang Muda Lokananta Vol. 2” menjadi hasil dari proses tersebut. Karya para finalis direncanakan untuk dikomersialisasikan melalui berbagai Digital Streaming Platform (DSP) dan juga dirilis dalam format kaset pita edisi terbatas, yang menggabungkan nilai historis Lokananta dengan tren musik modern.

Lima finalis yang masuk dalam album ini berasal dari beragam daerah dengan identitas musikal masing-masing: Drewgon (Maluku Tenggara) lewat lagu “Panggajo Majo BeverlyLine”, BeverlyLine (Semarang) dengan “Kuharap Tetap Begini”, Tuan Sendiri (Bandung) dengan “Kelak”, Gardenia (Banjarnegara) dengan “Requiem For The White Wolf”, serta Barmy Blokes (Surakarta) melalui “Pop Karir”. Tema yang diangkat pun beragam, mulai dari perpisahan, kehilangan, kerinduan, cinta yang bertahan, hingga semangat pantang menyerah.

Salah satu finalis, Drewgon, menilai keterlibatannya dalam program ini menjadi momen penting bagi perjalanan kariernya sebagai musisi independen dari Indonesia Timur. Ia menyebut kesempatan belajar dan berkarya di Lokananta memberinya akses fasilitas produksi profesional serta wawasan industri yang sebelumnya sulit dijangkau. Drewgon juga mengatakan proses mentoring membantunya memperkuat identitas musikal tanpa kehilangan keaslian budaya dan latar belakangnya.

Selain peluncuran album, release party turut dimeriahkan penampilan bintang tamu Rebellion Rose dan The Melting Minds. Acara ini juga menjadi awal rangkaian tur promosi ke sejumlah kota, yang disebut sebagai strategi memperluas jangkauan audiens sekaligus menguji respons pasar secara langsung.

CEO Lokananta sekaligus inisiator program, Wendi Putranto, menyatakan proyek ini merupakan upaya menjaga masa depan musik Indonesia melalui ruang inkubasi yang berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa rilisan digital dan kaset fisik tersebut bukan sekadar dokumentasi program, melainkan penanda Lokananta sebagai ruang arsip, ruang temu, sekaligus panggung tumbuh bagi generasi baru musik Indonesia.

Melalui peluncuran “Bintang Muda Lokananta Vol. 2”, penyelenggara menegaskan pentingnya ruang inkubasi terstruktur dalam proses regenerasi musik Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Lokananta sebagai salah satu pusat kreativitas musik nasional.