Medan — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional melalui keterlibatan pelaku usaha dan penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.
Penilaian tersebut disampaikan Aktivis 98, Ikhyar Velayati, kepada awak media pada Senin, 22 Juni, di Medan. Ia menyebut program MBG melibatkan 29.567 mitra, menggandeng 443.505 pemasok, menyerap 1.478.360 tenaga kerja, serta menyalurkan makan bergizi gratis kepada 73.917.500 anak sekolah dan santri di seluruh Indonesia.
Menurut Ikhyar, besarnya keterlibatan pelaku usaha dan tenaga kerja menunjukkan MBG menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Ia juga menilai penghentian program dapat berdampak pada pihak-pihak yang selama ini terlibat di dalamnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal dan terhindar dari penyimpangan. Ikhyar menekankan peran mahasiswa dalam memastikan program berjalan tepat sasaran.
Ikhyar juga memandang MBG sebagai program yang berpihak pada masyarakat kecil dan kelompok yang membutuhkan dukungan negara. Ia menilai gerakan mahasiswa dan gerakan rakyat sedang diuji untuk menentukan sikap dalam mendukung atau menggagalkan program kerakyatan pemerintahan Prabowo Subianto.
Menurutnya, keberhasilan MBG akan sangat ditentukan oleh dukungan publik dan pengawasan yang kuat agar manfaat ekonomi maupun sosialnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat luas.