Pemerintah Provinsi Bengkulu menerima kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang tiba di Bandara Fatmawati Soekarno pada Kamis (23/4). Kedatangan Menteri Bappenas disambut langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam penyambutan tersebut, Mian menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Bappenas menjadi momentum bagi Bengkulu untuk menyampaikan program-program prioritas daerah yang memerlukan dukungan strategis dari pemerintah pusat. Ia menilai koordinasi yang intensif dapat mempercepat realisasi pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Bengkulu.
Agenda utama kunjungan dijadwalkan menghadiri rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, pada Kamis siang. Pertemuan itu menjadi forum untuk membahas arah kebijakan pembangunan, sinkronisasi program, serta tantangan yang dihadapi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah isu diperkirakan menjadi topik pembahasan, antara lain penguatan infrastruktur, pengembangan sektor unggulan daerah, serta strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap arahan Menteri Bappenas dapat membantu menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan pembangunan yang selama ini dihadapi.
Selain rapat koordinasi, Rachmat Pambudy juga dijadwalkan memberikan orasi ilmiah pada Jumat (24/4). Kegiatan ini diharapkan memberi wawasan bagi kalangan akademisi, mahasiswa, dan pemangku kebijakan di Bengkulu terkait arah pembangunan nasional serta peran daerah dalam mendukungnya.
Mian menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap masukan dan gagasan untuk memperkuat perencanaan pembangunan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan akademisi menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
“Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional,” ujar Mian.
Ia juga menyebut Bengkulu memiliki potensi di sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Namun, potensi tersebut dinilai perlu didukung perencanaan yang matang serta investasi berkelanjutan agar berdampak nyata bagi masyarakat.
Pemerintah daerah berharap kunjungan kerja ini dapat mempercepat integrasi program pembangunan pusat dan daerah, sekaligus mencegah tumpang tindih kebijakan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan efisien. Melalui agenda rapat dan orasi ilmiah yang dijadwalkan, Pemprov Bengkulu optimistis kunjungan tersebut dapat memperkuat sinergi pusat-daerah untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.