BERITA TERKINI
UPT Jajem Ciawi Belum Terima Informasi Resmi Proyek Jalan Cihanjawar–Citeko yang Disebut Direncanakan 2026

UPT Jajem Ciawi Belum Terima Informasi Resmi Proyek Jalan Cihanjawar–Citeko yang Disebut Direncanakan 2026

Rencana pembangunan Jalan Cihanjawar–Citeko yang menghubungkan Kecamatan Megamendung dan Cisarua kembali menjadi perhatian warga. PTPN I Regional 2 Gunung Mas menyebut proyek tersebut direncanakan direalisasikan pada 2026, namun UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan (Jajem) Kelas A Wilayah III Ciawi menyatakan belum menerima informasi resmi terkait pelaksanaannya.

Jalan dengan panjang sekitar 5 kilometer itu dinilai memiliki peran strategis karena berpotensi menjadi akses alternatif yang mendukung sektor pariwisata di kawasan Puncak. Sebagian besar trase jalan tersebut berada di atas lahan milik PTPN I Regional 2 Gunung Mas.

Asisten Manajer Legal dan Umum PTPN I Regional 2 Gunung Mas, Asep Zaenal Muttaqin, mengatakan persoalan status lahan yang selama ini disebut menjadi kendala diklaim telah selesai. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengajukan permohonan penggunaan lahan dan memperoleh persetujuan dari pihak perkebunan negara.

Menurut Asep, proses pengajuan penggunaan lahan sudah dilakukan sejak masa kepemimpinan Penjabat (Pj) Bupati Bogor dan seluruh tahapan administrasi terkait penggunaan lahan telah diselesaikan.

“Permohonan dari Pemerintah Kabupaten Bogor sudah diproses dan mendapatkan persetujuan. Karena jalan tersebut direncanakan menjadi akses penghubung antara Kecamatan Megamendung dan Cisarua, kami kini tinggal menunggu realisasi pembangunan dari pemerintah daerah,” ujar Asep.

Asep menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pembangunan jalan tersebut direncanakan berlangsung pada 2026. Meski demikian, ia menyebut belum ada kepastian mengenai jadwal pelaksanaan maupun tahapan pekerjaan yang akan dilakukan.

“Informasi yang kami terima memang direncanakan pada 2026. Namun, untuk waktu pelaksanaannya kami belum mengetahui secara pasti,” katanya.

Selama ini, Jalan Cihanjawar–Citeko lebih banyak dimanfaatkan sebagai jalur operasional perkebunan. Sejumlah ruas masih melintasi kawasan berhutan dengan kondisi medan yang cukup berat, sehingga belum berkembang menjadi akses transportasi umum.

Asep menyebut jalur yang didominasi tanah dan bebatuan itu kerap dimanfaatkan komunitas pecinta motor trail. “Sejak lama jalur ini lebih sering dimanfaatkan para penghobi trail karena karakter jalannya yang menantang, dengan medan tanah, batu, dan beberapa titik yang cukup licin saat hujan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah III Ciawi, Heru Haerudin, mengatakan pihaknya belum menerima informasi resmi terkait pembangunan Jalan Cihanjawar–Citeko. Ia menyebut meskipun pernah ada kegiatan pengukuran dan pendataan lapangan, proyek tersebut hingga kini belum tercantum dalam daftar pekerjaan instansinya.

“Untuk pembangunan jalan tersebut kami belum mendapatkan informasi resmi. Memang pernah ada kegiatan pengukuran dan pendataan, termasuk terkait status lahannya. Namun, untuk kepastian pelaksanaan pembangunan kami belum menerima pemberitahuan,” kata Heru.