Pada Kamis, 18 Juni 2026, sedikitnya tujuh emiten besar dan menengah dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), baik RUPS Tahunan maupun RUPS Luar Biasa. Sejumlah agenda yang dibawa dinilai berpotensi menjadi perhatian pasar, mulai dari keputusan penggunaan laba, program buyback, hingga rencana pendanaan dan perubahan susunan pengurus.
Di antara emiten yang menggelar RUPS, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu yang paling disorot karena membawa agenda rutin sekaligus agenda strategis. Selain persetujuan laporan keuangan, remunerasi direksi, penunjukan auditor, serta laporan penggunaan dana, GOTO mengajukan persetujuan kembali Program Kepemilikan Saham (ESOP/MSOP) untuk direksi, komisaris, dan karyawan. Agenda ini akan menentukan mekanisme insentif jangka panjang bagi manajemen.
Investor juga mencermati rencana persetujuan buyback saham. Buyback kerap dipandang sebagai sinyal bahwa manajemen menilai harga saham belum mencerminkan nilai wajar, sekaligus berpotensi meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui pengurangan jumlah saham beredar. Selain itu, GOTO turut mengagendakan pengangkatan kembali Agus D.W. Martowardojo sebagai Komisaris Utama dan Marjorie Tiu Lao sebagai Komisaris Independen.
Sementara itu, PT Blue Bird Tbk (BIRD) membawa agenda yang relatif umum, namun tetap dinantikan investor. Perhatian utama tertuju pada keputusan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang dapat menentukan besaran dividen. BIRD juga mengagendakan pengangkatan kembali atau perubahan susunan direksi dan komisaris.
PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) mengajukan lima agenda utama, termasuk penggunaan laba bersih dan pengangkatan kembali dewan komisaris. Mengingat saham ESSA disebut memiliki momentum yang cukup kuat dalam beberapa bulan terakhir, keputusan terkait penggunaan laba berpotensi menjadi fokus perhatian pasar, terutama bila manajemen memilih memperkuat ekspansi dibanding membagikan dividen besar.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menggelar dua rapat sekaligus. Dalam RUPS Tahunan, agenda utama mencakup pengesahan laporan keuangan, perubahan direksi dan komisaris, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan. Adapun dalam RUPS Luar Biasa, BUMI meminta persetujuan perubahan Anggaran Dasar untuk menyesuaikan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, yang dinilai penting sebagai fondasi pengembangan bisnis ke depan.
Dari sisi kebutuhan pendanaan, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) mengajukan persetujuan agar perusahaan dapat menjadikan lebih dari 50% kekayaan bersih sebagai jaminan utang. Persetujuan ini membuka ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperoleh pembiayaan baru guna mendukung ekspansi.
Agenda serupa dibawa perusahaan pembiayaan CFIN, yang meminta persetujuan untuk menjaminkan lebih dari 50% aset bersihnya guna memperoleh fasilitas pinjaman hingga tahun buku 2029. Langkah tersebut menunjukkan fokus perusahaan dalam menjaga ruang pertumbuhan pembiayaan dalam beberapa tahun ke depan.
PT BOGA juga menggelar agenda yang mencakup penggunaan laba bersih dan penunjukan auditor. Dalam RUPS Luar Biasa, perusahaan meminta persetujuan agar direksi dapat mengalihkan atau menjadikan sebagian aset sebagai jaminan untuk memperoleh fasilitas keuangan maupun refinancing. Bagi investor, agenda ini dapat dibaca sebagai upaya memperbesar fleksibilitas pendanaan untuk ekspansi bisnis.
Secara umum, tidak semua RUPS langsung berdampak pada pergerakan harga saham. Namun, sejumlah agenda kerap menjadi katalis utama, antara lain keputusan pembagian dividen, program buyback saham, aksi korporasi terkait pendanaan atau ekspansi, serta perubahan jajaran direksi dan komisaris yang dapat memengaruhi arah strategi perusahaan.