BERITA TERKINI
Tren Keberlanjutan dan Digitalisasi Ubah Dunia Kerja Pariwisata, Mahasiswa Diminta Lebih Adaptif

Tren Keberlanjutan dan Digitalisasi Ubah Dunia Kerja Pariwisata, Mahasiswa Diminta Lebih Adaptif

Dunia kerja di sektor pariwisata ke depan dinilai akan semakin ditentukan oleh isu keberlanjutan. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa pariwisata untuk lebih siap menghadapi perubahan industri yang kian dinamis sekaligus kompetitif.

Gambaran perubahan itu mengemuka dalam The UBM Studium Generale (TUSG) Series 024 yang digelar Universitas Bunda Mulia (UBM) dengan tema “The Changing World of Tourism Work: Global Workforce Trends and the Path to Sustainable Employment”, Senin (4/5/2026).

Dalam forum tersebut, Professor of Tourism Employment dari University of Strathclyde, Glasgow, Scotland, Prof. Tom Baum, Ph.D., D.Litt, menekankan bahwa arah industri pariwisata akan dipengaruhi sejumlah faktor utama.

“Masa depan dunia kerja di sektor pariwisata akan sangat dipengaruhi oleh fleksibilitas tenaga kerja, digitalisasi, serta kebutuhan akan praktik kerja yang berkelanjutan,” kata Tom Baum.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta perlunya kolaborasi antara institusi pendidikan dan dunia industri untuk menciptakan tenaga kerja yang siap pakai.

Isu keberlanjutan dipandang krusial karena industri pariwisata termasuk sektor yang terdampak perubahan global, baik dari sisi teknologi, sosial, maupun ekonomi. Dalam konteks ini, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci menghadapi perubahan.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UBM, Yenli Megawati SE, MM, mengatakan mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai kemampuan akademik, tetapi juga memahami tren global dan adaptif terhadap perubahan industri.

Menurut Yenli, untuk menjawab tantangan tersebut, UBM mengembangkan Program Studi Hospitality dan Pariwisata yang mengintegrasikan teori dan praktik industri, mencakup bidang akomodasi, kuliner, hingga jasa perhotelan.

Melalui pendekatan itu, lulusan diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkontribusi di industri pariwisata yang semakin menekankan aspek keberlanjutan.