JAKARTA — The Changcuters menutup rangkaian Boardang Boarding Fest 2026 dengan penampilan energik di EduTown Arena, BSD City, Tangerang. Festival musik tersebut berlangsung selama dua hari, pada 4–5 Juli.
Dengan gaya necis khas mereka, Tria dan kawan-kawan naik panggung tepat pukul 22.00 WIB. Ribuan penonton yang telah menunggu menyambut meriah kemunculan band asal Bandung itu.
The Changcuters membuka penampilan dengan membawakan “Racun”, “Parampampam”, dan “Hijrah ke London” secara berurutan. Sepanjang lagu-lagu pembuka, Tria tampak aktif menyusuri berbagai sudut panggung, menjaga intensitas pertunjukan tetap tinggi.
Dalam penampilan tersebut, mereka juga membawakan “Ruang Rindu”, salah satu lagu dari album terbaru “Wow Ma” yang dirilis pada Juni lalu.
Pertunjukan berlanjut dengan deretan lagu hits lain seperti “I Love U Bibeh”, “Gila Gilaan”, dan “Main Serong”. Lagu-lagu itu membuat penonton terus berjingkrakan hingga penampilan usai.
Sebelum The Changcuters tampil pada hari kedua, Boardang Boarding Fest 2026 menghadirkan Sal Priadi, Naykilla & Friends, Mahalini, Pamungkas, 510, serta Rebellion Rose x Rocket Rockers.
Sementara pada hari pertama, panggung diisi oleh Kelompok Penerbang Roket, Fiersa Besari, Idgitaf, Ndarboy Genk, Souljah, Sukses Lancar Rejeki x NTRL, serta Dewa 19 feat Ello.
Art Media Kreasi selaku promotor mengusung tema besar “Lepas Landas”. Konsep ini dirancang untuk memadukan selebrasi musik dengan pengalaman interaksi sosial di area terbuka, sekaligus menjadikan festival bukan hanya tempat menonton konser, melainkan ruang untuk melepas penat dari rutinitas.
Festival Director Boardang Boarding Festival, Fachrul Rozi Miraza, mengatakan tema tersebut dipilih agar acara menjadi ruang pertemuan yang lebih intim bagi para pencinta seni. Ia berharap penonton dapat pulang dengan energi positif baru.
“Lepas Landas kami rancang bukan sekadar sebuah pagelaran musik, tetapi juga sebagai ruang bertemu dan terkoneksi di ruang kreatif,” ujar Fachrul.
“Kami ingin menciptakan suasana di mana musik, kreativitas, dan interaksi sosial bisa berjalan beriringan. Penumpang bisa datang dengan perasaan lepas, melandaskannya lewat jalur bahagia,” pungkasnya.