Bunga tabebuya berwarna putih yang kerap disebut mirip sakura tengah bermekaran di Kabupaten Siak. Deretan pohon berbunga itu terlihat tumbuh indah di Jalan Tanjung Agung, kawasan kompleks perkantoran Bupati Siak, Kecamatan Mempura, dan menarik perhatian warga yang melintas.
Keindahan tabebuya putih tampak saat bunga-bunganya mekar dan sebagian berguguran, menutupi trotoar serta sebagian ruas jalan. Pemandangan tersebut membuat lokasi ini menjadi sorotan warga karena dinilai menghadirkan suasana layaknya melihat sakura.
Salah seorang warga, Fitria (35), pada Rabu (28/08/2024) mengaku senang melihat tabebuya yang menurutnya menyerupai sakura. Ia mengatakan baru pertama kali melihat bunga tersebut dan merasa terpesona karena suasananya seolah berada di Jepang.
“Saya baru pertama kali melihat bunga ini, memang seperti bunga sakura, dan sungguh sangat indah, estetik sekali untuk berfoto,” ujarnya.
Fitria menambahkan, dengan adanya pemandangan itu warga tak perlu pergi jauh untuk melihat bunga yang mirip sakura, karena di Siak pun bisa menyaksikan bunga yang tengah berguguran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, bunga tabebuya tampak mekar lebat. Bunga berwarna putih terlihat hampir memenuhi batang pohon sehingga menonjolkan kesan rimbun dan menyerupai tampilan sakura.
Dalam informasi yang beredar, tabebuya disebut sebagai tumbuhan asli Brazil yang telah tersebar ke berbagai wilayah dunia, terutama daerah beriklim tropis hingga subtropis. Tanaman ini disebut banyak tumbuh di sejumlah negara di benua Amerika, seperti Argentina, Meksiko, Bolivia, dan Suriname bagian selatan.
Secara umum, tabebuya dapat hidup di lingkungan tropis dan mampu tumbuh di lahan beriklim kering, sehingga dinilai memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering. Pada musim berbunga, tabebuya mampu menghasilkan bunga dalam jumlah banyak sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. Disebut pula bahwa pembungaan tanaman ini dapat diatur melalui manipulasi pola pemupukan.
Selain sebagai tanaman hias dan penghijauan, daun tabebuya disebut kerap dimanfaatkan untuk mengobati luka dan menurunkan panas. Tanaman ini juga disebut digunakan sebagai sumber herbal, termasuk untuk membantu menambah sel darah secara alami bagi pasien pengidap anemia.
Tabebuya juga disebut bermanfaat sebagai pelindung dari polusi sehingga banyak ditanam di pinggir jalan dan taman. Tanaman ini disebut mampu menyerap udara yang tercemar. Selain itu, tabebuya disebut dapat menyerap air dengan baik sehingga dinilai dapat membantu mencegah atau meminimalkan banjir.
Tabebuya memiliki beragam warna, antara lain merah, putih, ungu, kuning, dan pink, sehingga kerap dipilih untuk memperindah halaman rumah maupun lingkungan. Dalam informasi yang sama, disebutkan pula bahwa akar tabebuya tidak merusak bangunan di sekitarnya.