BERITA TERKINI
SOOBIN: Dari Belajar Kecapi Sejak Usia 3 Tahun hingga Menoreh Rekor di Ajang Penghargaan Musik Vietnam

SOOBIN: Dari Belajar Kecapi Sejak Usia 3 Tahun hingga Menoreh Rekor di Ajang Penghargaan Musik Vietnam

SOOBIN, bernama asli Nguyen Huynh Son (lahir 1992), dikenal sebagai salah satu musisi Vietnam yang berangkat dari tradisi seni. Ia tumbuh dalam keluarga seniman, dengan ayahnya, Seniman Rakyat Huynh Tu, sebagai pemain zither (kecapi Vietnam) yang dikenal luas. Sejak usia 3 tahun, SOOBIN sudah terpapar musik dan mulai belajar memainkan alat musik tersebut.

Huynh Tu mengenang masa kecil putranya ketika keduanya kerap bersepeda berkeliling Hanoi untuk tampil. Menurutnya, SOOBIN kecil senang memikat penonton dan bahkan meminta kesempatan tampil lagi jika respons penonton belum meriah. Sang ayah mengaku baru mengajak pulang setelah putranya memainkan piano hingga mendapat tepuk tangan yang antusias.

Bekal masa kecil itu membentuk fondasi musikal yang kuat bagi SOOBIN. Dari situ pula tumbuh pola pikir yang memadukan tradisi dan modernitas, yang kemudian menjadi salah satu ciri dalam perjalanan kariernya.

Pada 2014, SOOBIN resmi memulai karier menyanyi profesional setelah meraih juara kedua dalam kompetisi Vietnam Star. Dua tahun kemudian, namanya melesat lewat lagu Behind a Girl (2016) yang membuatnya menjadi fenomena. Kesuksesan berlanjut melalui deretan lagu populer seperti Going to Return dan I've Grown Used to Loneliness, yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu vokalis pria menonjol pada periode 2016–2018. Pada masa itu, ia kerap disebut publik sebagai “pangeran balada” berkat lagu-lagu cinta yang emosional.

Setelah dikenal lewat balada, SOOBIN memilih mengubah arah musikal. Ia bergabung dengan SpaceSpeakers, bereksperimen dengan R&B dan hip-hop, serta lebih terlibat dalam produksi musik. Album The Playah (2020) menandai pergeseran penting dalam pemikiran artistiknya, meski perubahan tersebut disebut tidak langsung menghadirkan daya tarik massal seperti sebelumnya. Di tengah kemunculan banyak wajah baru di pasar V-pop, popularitasnya sempat meredup. Meski begitu, fase ini dipandang sebagai periode akumulasi yang membantunya mematangkan keterampilan dan membentuk identitas musik jangka panjang.

Tahun 2024 menjadi momen comeback kuat bagi SOOBIN melalui album Turn It On dan partisipasinya dalam program Brothers Overcoming a Thousand Obstacles. Program itu disebut menjadi “pengungkit” penting yang menampilkan dirinya sebagai artis serba bisa—menyanyi, menari, dan memainkan alat musik. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah saat ia membawakan Drum Rice menggunakan zither.

Dalam pernyataannya kepada reporter surat kabar Dan Tri, SOOBIN menyebut program tersebut sebagai tonggak yang tak terlupakan. Ia mengatakan kesempatan untuk lebih dekat dengan penonton, mendengar, dan merasakan dukungan publik menjadi motivasi besar untuk menghadirkan produk musik yang lebih berkualitas. Menurut artikel tersebut, program ini juga membantunya menjangkau audiens lebih luas dari berbagai kelompok usia.

Seiring meningkatnya perhatian publik, SOOBIN semakin aktif memasukkan unsur musik tradisional ke dalam karya-karyanya. Ia mengaku pernah menerima pujian sekaligus ejekan saat tampil memainkan kecapi, yang sempat membuatnya malu dan canggung. Namun, seiring bertambahnya usia, ia menyadari alat musik yang menemaninya sejak kecil itu justru menjadi “senjata” terkuatnya. Kini, ia menyatakan bisa tampil percaya diri di hadapan puluhan ribu orang maupun di panggung internasional untuk menghormati alat musik tradisional Vietnam.

Perkembangan kariernya kemudian tercermin dalam capaian di berbagai ajang penghargaan. Pada Dedication Awards ke-19 (2025), SOOBIN meraih “triple crown” lewat tiga kategori: Penyanyi Pria Terbaik, Album Terbaik (Turn It On), dan Video Musik Terbaik (If Only). Pada tahun yang sama, ia juga memperoleh gelar Penyanyi Luar Biasa (Golden Sol) di Vietnam Music Awards yang diselenggarakan Asosiasi Musisi Vietnam.

Setahun berikutnya, pada Dedication Awards ke-20 (2026), SOOBIN kembali meraih tiga penghargaan utama, termasuk Penyanyi Pria Terbaik Tahun Ini, Program Terbaik Tahun Ini (konser langsung SOOBIN: All-Rounder), dan Video Musik Terbaik Tahun Ini (Mục hạ vô nhân).

Lagu Mục hạ vô nhân disebut memadukan nyanyian rakyat tradisional Vietnam (xẩm) dengan musik modern, termasuk rap. Karya ini menampilkan kolaborasi SOOBIN dengan ayahnya, Seniman Rakyat Huỳnh Tú, serta rapper Binz. Sementara itu, SOOBIN Live Concert: All-Rounder menjadi rangkaian konser solo pertama dalam kariernya yang telah berjalan lebih dari 10 tahun, sekaligus menegaskan kemampuannya di berbagai aspek—mulai dari bernyanyi, menulis lagu, rap, pertunjukan, memainkan alat musik, hingga memproduksi musik.

Raihan “hat-trick” di Dedication Awards selama dua tahun berturut-turut disebut menciptakan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menempatkan SOOBIN sebagai salah satu artis paling berprestasi dalam sejarah penghargaan tersebut. Dalam pernyataan penutupnya, SOOBIN mengatakan ingin mempertahankan momentum setelah setahun penuh aktivitas, dari merilis lagu hingga menggelar konser dan proyek pribadi. Ia menegaskan tidak ingin berhenti dalam perjalanan artistiknya dan ingin terus mendedikasikan diri untuk musik Vietnam selama masih bisa bernyanyi, menari, dan menggubah lagu.