Musisi Inggris Samuel Smith menjadikan kecerdasan buatan (AI) sebagai cara untuk terus mengejar hasratnya bermusik setelah didiagnosis mengidap penyakit Parkinson. Bagi Smith, teknologi bukan sekadar alat, melainkan penopang agar ia tetap dapat mempertahankan kreativitas ketika kondisi kesehatannya semakin membatasi kemampuan bermain gitar.
Rekaman momen Smith bermain gitar bersama keluarganya pada 2019 kini terasa berbeda maknanya. Ia didiagnosis Parkinson pada akhir 2020, sebuah penyakit neurologis progresif yang secara bertahap memengaruhi kemampuan motorik. Gejala awal yang ia rasakan adalah kekakuan pada pergelangan tangan, sebelum kemudian berdampak lebih luas pada kemampuannya memainkan alat musik.
“Saya didiagnosis menderita penyakit Parkinson sekitar lima setengah tahun yang lalu. Semuanya terjadi begitu tiba-tiba. Saya pikir saya hanya mengalami pergelangan tangan kaku, lalu saya didiagnosis secara tak terduga,” ujar Smith. Ia menambahkan, salah satu bagian tersulit dari kondisi tersebut adalah ketika kemampuan bermain gitar hilang lebih dulu. “Selama enam bulan pertama setelah didiagnosis, saya sama sekali tidak dapat bermain musik,” katanya.
Kini, di studio rumahnya di London, Smith mengubah cara bekerja. Jika sebelumnya ia merekam demo dengan memainkan gitar, sekarang ia menyanyikan melodi ke ponsel, memasukkan lirik, dan mendeskripsikan gaya musik yang diinginkan ke perangkat lunak penghasil musik berbasis AI. Sistem kemudian membuat campuran simulasi yang mencakup vokal dan instrumen.
Meski demikian, Smith menekankan AI bukan pengganti musisi. Menurutnya, teknologi itu hanya membantu menerjemahkan gagasan menjadi bentuk yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
“AI tidak menciptakan musik saya. AI memungkinkan saya untuk terus menggubah musik. Saya mengunggah lirik saya; AI tidak menuliskannya untuk saya. Saya mengunggah musik saya; AI juga tidak menggubahnya untuk saya,” ujar Smith. “AI hanya membantu mengubah ide-ide tersebut menjadi sesuatu yang dapat saya berikan kepada musisi sungguhan untuk dihidupi.”