BERITA TERKINI
SMK PGRI 5 Surabaya Kunjungi Suara Surabaya Media untuk Perluas Wawasan Dunia Kerja

SMK PGRI 5 Surabaya Kunjungi Suara Surabaya Media untuk Perluas Wawasan Dunia Kerja

Sebanyak 40 siswa SMK PGRI 5 Surabaya dari tiga jurusan, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Permesinan, dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), berkunjung ke kantor Suara Surabaya Media pada Selasa (21/4/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan industri yang digelar sekolah vokasi itu. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memperoleh tambahan wawasan mengenai dunia kerja, khususnya di industri media.

Guru produktif DKV SMK PGRI 5 Surabaya, Didit Trianto, menyampaikan bahwa kunjungan ini memberi kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan perspektif bekerja di lingkungan profesional. Ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai komunikasi dan pengelolaan kerja, sekaligus mengenali perbedaan sistem kerja di dunia industri dan di sekolah.

“(Tujuannya) teman-teman bisa mendapatkan ilmu yang pertama untuk komunikasi ya. Terus pengelolaan kerja juga di sini. Jadi teman-teman itu biar tahu sistem kerja di luar sama di sekolah itu beda,” ujar Didit saat on air di Radio Suara Surabaya.

Dari sisi siswa, Mohammad Annas M. Z. dari jurusan TKR mengatakan dirinya berharap dapat mempelajari cara bersosialisasi di lingkungan kerja. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengalaman yang tidak sepenuhnya didapatkan di bangku sekolah.

“Mungkin lebih ke mempelajari cara kita bersosialisasi. Itu yang pertama, cara kita bersosialisasi. Terus menghadapi orang-orang ataupun lingkungan di tempat kerja yang kita nggak bakal pelajari di sekolah,” tuturnya.

Annas juga menilai pengembangan soft skill menjadi bagian penting, baik untuk kebutuhan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menyoroti perlunya kemampuan menyampaikan kepribadian dan berkomunikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Yang paling penting soft skill sih menurut saya. Jadi gimana cara kita menyampaikan kepribadian kita terhadap seseorang biar nggak salah paham ataupun yang lain,” ucap Annas.

Selain itu, Didit menyoroti keterbukaan sekolah terhadap penyesuaian teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mendampingi siswa dalam proses belajar. Ia menilai AI memiliki potensi berkembang di Indonesia, sehingga siswa diharapkan mempelajari cara penggunaannya.