Sejumlah emiten dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan, untuk sebagian perusahaan, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 24 Juni 2026. Di antaranya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) hingga PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE), dengan agenda yang bervariasi mulai dari pembahasan laporan kinerja hingga rencana aksi korporasi.
Dari sektor ritel, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) akan menggelar RUPST di lokasi yang sama, yakni Hotel Ayana Midplaza Jakarta. Agenda keduanya secara umum bersifat administratif, seperti persetujuan laporan tahunan, penggunaan laba bersih, serta penunjukan auditor. Selain itu, terdapat agenda penyesuaian Anggaran Dasar terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, yang mencerminkan upaya perusahaan memastikan kesesuaian struktur usaha dengan regulasi terbaru.
Perhatian pasar juga berpotensi tertuju pada keputusan penggunaan laba bersih. Di tengah perhatian terhadap daya beli masyarakat dan persaingan sektor ritel yang ketat, keputusan terkait dividen maupun alokasi laba untuk ekspansi dapat menjadi indikasi optimisme manajemen terhadap prospek konsumsi domestik.
Dari sektor energi, BREN menjadi salah satu emiten yang diperkirakan mendapat sorotan. Saham BREN masih menjadi perhatian setelah dinamika pasca perubahan komposisi indeks MSCI beberapa waktu lalu. Meski agenda rapat tidak memuat aksi korporasi besar, pasar biasanya mencermati perubahan atau pengangkatan kembali anggota direksi dan komisaris. Di samping itu, laporan realisasi penggunaan dana dapat menjadi bahan evaluasi investor terkait penerjemahan dana yang dihimpun menjadi pertumbuhan bisnis.
Dari sektor pelayaran, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) membawa agenda yang relatif standar. Dalam situasi industri pelayaran yang disebut memasuki fase normalisasi setelah periode tarif pengiriman global yang tinggi beberapa tahun terakhir, keputusan penggunaan laba serta pandangan manajemen atas prospek perdagangan global dinilai berpotensi memengaruhi sentimen pasar.
Sementara itu, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mengagendakan pembahasan yang lebih kompleks karena selain RUPST juga menggelar RUPSLB. Salah satu agenda yang dibawa adalah rencana pengurangan modal melalui penarikan kembali saham treasuri. Perusahaan juga meminta persetujuan untuk melakukan buyback saham baru berdasarkan regulasi OJK terbaru. Selain itu, terdapat agenda Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan (MESOP) serta perubahan susunan pengurus, yang dalam pemberitaan disebut menandakan fase penataan strategi perusahaan.
Dari sektor properti, EMDE turut membawa agenda penyesuaian KBLI 2025. Selain itu, perusahaan meminta persetujuan pemegang saham untuk memberikan kewenangan kepada direksi dalam mengalihkan atau menjaminkan sebagian besar aset perusahaan, termasuk pemberian corporate guarantee bagi entitas anak yang memperoleh pinjaman. Agenda ini disebut dapat memberi fleksibilitas lebih luas bagi manajemen dalam kebutuhan pendanaan atau pengembangan proyek, meski tidak otomatis berarti penambahan utang dalam waktu dekat.
Hasil rapat yang diumumkan setelah pelaksanaan RUPST dan RUPSLB berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan saham masing-masing emiten. Pelaku pasar tidak hanya menanti keputusan rapat, tetapi juga mencermati pesan manajemen terkait prospek bisnis untuk sisa tahun 2026.