Samosir Music International (SMI) kembali digelar di Open Stage Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, pada 2–4 Juli 2026. Festival musik yang berlangsung di tepian Danau Toba ini menghadirkan pertemuan lintas budaya melalui perpaduan musik tradisional Batak, musik nasional, hingga musik internasional.
SMI merupakan agenda rutin Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir. Penyelenggaraan tahun ini disebut menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara, dengan ribuan pengunjung memadati lokasi acara untuk menikmati rangkaian pertunjukan.
Pada puncak acara, sejumlah musisi Tanah Air tampil membawakan karya bernuansa budaya Batak, di antaranya Punxgoaran, Bermarga, dan Vicky Sianipar Band. Penampilan mereka disambut hangat penonton yang ikut bernyanyi dan menikmati suasana festival.
Nuansa internasional turut menguat lewat kehadiran Stephen Dominic Ellery, komposer asal London, Inggris, Yonatan Pandelaki dari Jerman, serta Maite Hontele Y la Novia dari Belanda. Bersama musisi Indonesia, mereka menampilkan kolaborasi lintas budaya yang memadukan beragam karakter musik dalam satu panggung.
Para musisi mancanegara tersebut tidak hanya membawakan repertoar dari negara asalnya, tetapi juga menyanyikan lagu-lagu Batak sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya lokal. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Batak kepada pengunjung dari berbagai negara.
Selain pertunjukan musik, festival ini juga memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk unggulan daerah. Beragam kuliner, kerajinan, dan produk ekonomi kreatif lokal ditampilkan dan mendapat perhatian dari wisatawan yang hadir.
Kemeriahan acara dilengkapi atraksi tor-tor massal yang melibatkan masyarakat dan komunitas seni. Penampilan tersebut menegaskan budaya Batak sebagai unsur utama dalam penyelenggaraan Samosir Music International.
Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan dukungan terhadap festival ini sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya. Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengatakan, kegiatan berskala internasional dinilai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas promosi destinasi Danau Toba, serta menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Melalui Samosir Music International, kami ingin menunjukkan bahwa Samosir memiliki kekayaan budaya yang mampu menjadi daya tarik wisata kelas dunia dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Dengan konsistensi penyelenggaraan setiap tahun, Samosir Music International diharapkan terus menjadi etalase budaya Batak di tingkat global sekaligus memperkuat citra Samosir sebagai destinasi wisata berbasis budaya.