BERITA TERKINI
Saham BTN Menguat Jelang RUPST 23 April 2026, Pasar Soroti Agenda Dividen dan Rencana Akuisisi Kredit

Saham BTN Menguat Jelang RUPST 23 April 2026, Pasar Soroti Agenda Dividen dan Rencana Akuisisi Kredit

Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) bergerak menguat menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 23 April 2026, pukul 15.30 WIB. Penguatan tersebut mencerminkan perhatian pelaku pasar terhadap sejumlah agenda yang akan diputuskan dalam rapat pemegang saham.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, saham BBTN dibuka di level Rp 1.445, naik 2,83% dibanding penutupan sebelumnya. Penguatan berlanjut hingga akhir sesi pertama, dengan saham ditutup di Rp 1.465 atau naik 3,89% secara harian.

RUPST BTN tahun ini memuat 11 agenda yang mencakup pembahasan rutin hingga rencana strategis. Agenda yang akan dibahas antara lain persetujuan dan pengesahan laporan tahunan, penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, penentuan honorarium dewan komisaris dan direksi, penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan, penyesuaian komposisi dewan direksi dan komisaris, serta permohonan persetujuan untuk menjalankan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).

Selain agenda rutin, pasar juga menyoroti rencana pengambilalihan portofolio kredit. Manajemen BTN mengindikasikan adanya rencana pengambilalihan portofolio kredit dari pihak ketiga dengan nilai transaksi maksimal Rp 15,43 triliun, setara 42,6% dari total ekuitas perseroan.

Dari sisi pembagian laba, manajemen juga menyampaikan proyeksi peningkatan Dividend Payout Ratio (DPR) untuk tahun buku 2025 menjadi 30%, dari 25% pada tahun buku 2024. Dengan target laba bersih Rp 3,5 triliun, potensi total dividen diproyeksikan mencapai Rp 1,05 triliun. Proyeksi tersebut dapat berubah mengikuti keputusan final RUPST dan kondisi keuangan perusahaan.

Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, menyatakan peningkatan dividen ditujukan untuk memperbaiki kinerja modal, termasuk mendorong Return on Equity (ROE). BTN menargetkan ROE di kisaran 14%, atau naik sekitar 2% dibanding posisi tahun sebelumnya.

Sentimen terhadap rencana dividen dan akuisisi portofolio kredit dinilai menjadi salah satu pendorong minat pasar menjelang RUPST. Namun, pergerakan saham tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi dan keputusan korporasi yang dihasilkan dari rapat pemegang saham.

Informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan mengacu pada keterbukaan informasi perusahaan. Investor tetap perlu mempertimbangkan risiko fluktuasi harga serta memantau perkembangan terbaru melalui kanal resmi Bursa Efek Indonesia sebelum mengambil keputusan transaksi.