BERITA TERKINI
Rutan Kelas IIB Tanjung Pura Gelar Sidang TPP, Bahas Integrasi, Tamping, dan Mutasi untuk 21 Warga Binaan

Rutan Kelas IIB Tanjung Pura Gelar Sidang TPP, Bahas Integrasi, Tamping, dan Mutasi untuk 21 Warga Binaan

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di aula rutan, Rabu (22/04). Sidang ini membahas tiga agenda yang melibatkan total 21 warga binaan.

Tiga agenda tersebut meliputi pengusulan program integrasi bagi 12 warga binaan, pengangkatan Tahanan Pendamping (tamping) untuk 8 warga binaan, serta pengusulan mutasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) terhadap 1 warga binaan. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari komitmen rutan dalam menjalankan proses pemasyarakatan dengan prinsip keadilan, transparansi, dan penghormatan terhadap hak warga binaan.

Sidang dihadiri seluruh pejabat struktural, termasuk Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Tanjung Pura. Jalannya sidang dipimpin Ketua TPP yang dijabat Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan.

Dalam agenda integrasi, 12 warga binaan yang diusulkan dinilai telah memenuhi syarat administratif dan substantif. Penilaian mencakup kelengkapan berkas, perilaku selama masa pembinaan, serta kesiapan untuk kembali ke masyarakat. Setiap warga binaan juga diberi kesempatan menyampaikan keterangan, sementara keluarga hadir sebagai penjamin dan menyatakan kesiapan mendampingi serta bertanggung jawab setelah yang bersangkutan bebas.

Pada agenda pengangkatan tamping, sebanyak 8 warga binaan dipercaya membantu kegiatan operasional di dalam rutan. Dalam sidang ditegaskan bahwa peran tamping merupakan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan disiplin tinggi, bukan sekadar keistimewaan.

Sementara itu, pembahasan mutasi UPT terhadap 1 warga binaan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kondisi individu, serta faktor teknis lainnya. Proses ini juga melibatkan keluarga yang mendapatkan penjelasan menyeluruh terkait alasan pengusulan pemindahan.

Rutan menilai pelaksanaan sidang TPP menjadi wujud pembinaan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Keterlibatan keluarga disebut penting untuk mendukung keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan. Plh Kepala Rutan Tanjung Pura berharap warga binaan dapat memanfaatkan kesempatan yang ada, menjaga perilaku, serta aktif mengikuti program pembinaan demi perubahan yang lebih positif.