BERITA TERKINI
Revitalisasi IKA Unhas Sulsel di Bawah Danny Pomanto: Konsolidasi Daerah dan Agenda “The South Sulawesi Initiative”

Revitalisasi IKA Unhas Sulsel di Bawah Danny Pomanto: Konsolidasi Daerah dan Agenda “The South Sulawesi Initiative”

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin Wilayah Sulawesi Selatan menjalankan revitalisasi organisasi di bawah kepemimpinan Ir. Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto. Langkah ini disebut tidak berhenti pada restrukturisasi administratif, melainkan diarahkan sebagai perubahan strategi untuk mendorong kontribusi yang lebih nyata bagi daerah melalui visi “The South Sulawesi Initiative”.

Danny Pomanto menekankan filosofi pengabdian alumni yang berpijak pada kebermanfaatan bagi masyarakat. Ia mengibaratkan alumni sebagai “buah” dari almamater, sementara masyarakat adalah “akar” yang menjadi ukuran kualitas pengabdian. Dalam kerangka itu, IKA Unhas Sulsel diarahkan menjadi wadah yang tidak hanya memelihara jejaring dan nostalgia, tetapi juga menyentuh persoalan fundamental di tingkat akar rumput.

Revitalisasi tersebut ditopang konsolidasi organisasi melalui pelantikan pengurus daerah yang berlangsung sepanjang 2023 hingga 2024. Rangkaian pelantikan ini dimaksudkan untuk memastikan setiap wilayah memiliki kepengurusan yang dapat menjadi penggerak program dan kolaborasi pembangunan di daerah masing-masing.

Sejumlah pelantikan pengurus daerah yang dicatat antara lain: Pangkep (Adnan Muis, 11 Februari 2023), Soppeng (H. Lutfi Halide, 19 Februari 2023), Tana Toraja (Zadrak Tombeg, 15 Maret 2023), Toraja Utara (Frederik Victor Palimbong, 16 Maret 2023), Sidrap (Nasruddin Waris, 18 Maret 2023), Pinrang (Sudirman Sultan, 18 Maret 2023), Palopo (Marhan Ismail, 23 Mei 2023), Luwu Timur (HM Siddik BM, 20 Mei 2023), Gowa (Irwansyah Sukarana, 27 Mei 2023), Bone (Andi Promal Pawi, 7 Mei 2023), Wajo (Armayani, 6 Mei 2023), Bantaeng (Sri Dewi Yanti, 4 Mei 2023), Maros (H.A.S. Chaidir Syam, 3 Juni 2023), Kepulauan Selayar (Muhammad Arsyad, 23 Juni 2023), Jeneponto (Abdul Rahmad, 15 Juli 2023), Enrekang (Mitra Fakhruddin, 5 Agustus 2023), Parepare (Taqyuddin Jabbar, 5 Agustus 2023), Bulukumba (Misbawati A. Wawo, 16 September 2023), Barru (Hasnah Syam, 10 November 2023), Luwu Utara (Arifin Junaidi, 16 Desember 2023), Luwu (Ikhsan Asaad, 17 Desember 2023), serta Takalar (Okta Wiraguna, 20 Juli 2024). Sementara itu, untuk Sinjai (Andi Taufiq Saleh Asapa) dan Makassar (Rudianto Lallo) dicatat tanpa keterangan waktu pelantikan.

Selain konsolidasi kepengurusan, IKA Unhas Sulsel juga mengidentifikasi sejumlah isu strategis pembangunan daerah yang dinilai membutuhkan intervensi berbasis kepakaran alumni. Di antaranya, persoalan bencana alam dan mitigasi kesehatan yang disebut mengemuka di wilayah Luwu Raya dan Enrekang, termasuk ancaman banjir bandang dan longsor serta hambatan aksesibilitas.

Isu lain yang disorot adalah infrastruktur dan konektivitas, terutama kebutuhan pembukaan akses darat di wilayah yang masih terisolasi untuk mendukung mobilitas ekonomi serta distribusi bantuan logistik secara berkelanjutan. Pada sektor primer, perhatian diarahkan pada kesejahteraan petani melalui pengembangan pertanian organik dan peternakan. Di Pangkep, tantangan yang dicatat adalah penurunan kualitas tambak yang dinilai memerlukan dukungan teknologi budidaya.

Dari sisi sosial, IKA Unhas Sulsel juga menyinggung pentingnya pembangunan yang inklusif, termasuk dorongan agar pembangunan ramah difabel sebagaimana inisiatif yang disebut telah dirintis di Maros.

Dalam visi “The South Sulawesi Initiative”, IKA Unhas Sulsel membagi wilayah kerja ke dalam enam klaster strategis yang disebut sebagai cetak biru kemandirian ekonomi regional, yakni Selat Makassar (Makassar Straits), Pesisir Selatan, Teluk Bone, Kawasan Lompobattang-Bawakaraeng, Bulusaraung, dan Latimojong. Salah satu potensi yang disorot adalah integrasi potensi UNESCO Global Geopark di Maros dengan pariwisata kepulauan di Pangkep yang disebut memiliki 114 pulau.

Organisasi ini juga menempatkan alumni sebagai inisiator, kolaborator, dan katalisator pembangunan. Dalam posisinya sebagai “lapisan tengah”, alumni didorong menjembatani kebijakan pemerintah daerah dengan aspirasi masyarakat. Pesan yang mengemuka dari kalangan senior antara lain agar IKA Unhas menjadi organisasi yang kuat dan akomodatif dalam mengelola beragam kepentingan demi kemaslahatan publik.

Sejumlah gagasan penguatan identitas juga muncul, termasuk usulan “branding maritim” untuk menonjolkan keunggulan kemaritiman Unhas, yang kemudian disinergikan dengan pengembangan klaster Makassar Straits dan Selayar. Di sisi ekonomi, IKA Unhas Sulsel mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan produk turunan lokal yang kompetitif, termasuk ramuan Sanrego yang disebut sebagai hasil temuan akademis Prof. Muzakkir Rewa. Kolaborasi dengan mitra juga dicatat, salah satunya kemitraan strategis dengan BRI dan Kalla Group di Maros untuk memperkuat basis ekonomi UMKM.

IKA Unhas Sulsel menegaskan revitalisasi organisasi ini ditujukan untuk menghadirkan solusi bagi problematika pembangunan, bukan sekadar rangkaian euforia pelantikan. Sejumlah tokoh senior turut menekankan pentingnya menjaga kekompakan—“sehati, satu bahasa, dan satu suara”—agar jejaring dan kekuatan intelektual alumni dapat menjadi pilar pendukung bagi kemajuan Sulawesi Selatan.