BERITA TERKINI
Rembug Madya KTNA Bahas Persiapan PENAS XVII di Gorontalo dan Agenda Organisasi

Rembug Madya KTNA Bahas Persiapan PENAS XVII di Gorontalo dan Agenda Organisasi

GORONTALO — Rembug Madya Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menjadi agenda pembuka rangkaian Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang digelar di Provinsi Gorontalo. Forum ini membahas agenda strategis organisasi, termasuk persiapan pelaksanaan PENAS serta rencana musyawarah nasional KTNA.

Ketua Umum KTNA Nasional Muhammad Yadi Sofyan Noor mengatakan, pembahasan dalam Rembug Madya mencakup persiapan kegiatan pembukaan dan penutupan PENAS XVII, beserta agenda lain seperti temu wicara dan temu profesi.

Rembug Madya merupakan forum musyawarah tingkat menengah KTNA. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi program kerja organisasi, membahas perkembangan sektor pertanian dan perikanan, serta merumuskan langkah penyelesaian persoalan yang dihadapi petani dan nelayan.

Kegiatan yang berlangsung di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis, 18 Juni 2026 itu diikuti sekitar 100 peserta. Peserta terdiri dari pengurus KTNA tingkat nasional dan pengurus tingkat provinsi dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain membahas pelaksanaan PENAS XVII, forum juga menyepakati agenda Rembug Paripurna KTNA sebagai musyawarah tertinggi organisasi untuk memilih kepengurusan baru. Rembug Paripurna dijadwalkan berlangsung pada 19–23 September 2026 di Kota Batu, Jawa Timur.

Rembug Madya turut dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian, Tedy Dirhamsyah, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan organisasi petani dan nelayan.

Rangkaian kegiatan PENAS XVII di Gorontalo selanjutnya akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Rembug Utama KTNA Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026 di Aula Universitas Gorontalo.

PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo menjadi ajang konsolidasi sekaligus wadah pertukaran pengalaman dan pengetahuan bagi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia dalam upaya memperkuat sektor pertanian dan perikanan nasional.