Perjalanan bermusik bagi Rayhan Adesta tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memainkan nada, tetapi juga proses membentuk rasa dan cerita yang memengaruhi karakter karya-karyanya. Musisi muda ini dikenal konsisten berkarya sejak usia sekolah dasar, ketika mulai mengenal musik lewat kegiatan ekstrakurikuler band saat duduk di kelas tiga SD.
Kisah tersebut dibahas dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Jumat sore, 17 April 2026. Dalam kesempatan itu, Rayhan memaparkan perkembangan musiknya dari masa awal bermain bersama band hingga memutuskan menekuni jalur solo.
Mahasiswa Teknik Informatika ini menyebut mulai serius menggarap musik sejak 2019, setelah band yang ia ikuti mengalami vakum. “Dari situ saya mulai jalan sendiri dan bikin lagu,” ujarnya. Sejak saat itu, Rayhan memilih fokus sebagai musisi solo.
Di awal karier, Rayhan telah merilis beberapa lagu, termasuk yang bertema bermain musik dan menggapai mimpi. Lagu-lagu tersebut pada mulanya dibuat bersama band sebagai karya kolektif. Seiring waktu, ia mulai menulis lagu berdasarkan pengalaman pribadi dan lingkungan sekitar, sehingga karya yang dihasilkan terasa lebih personal.
Rayhan mengungkap tantangan terbesar yang pernah ia hadapi adalah perubahan suara saat masa pubertas. Kondisi itu sempat membuatnya kehilangan kepercayaan diri dalam bermusik. Namun, dukungan keluarga mendorongnya untuk tetap melanjutkan proses berkarya, termasuk menjadikan penulisan lagu sebagai cara mengekspresikan perasaan.
Menurut Rayhan, konsistensi menjadi kunci untuk bertahan di dunia musik. “Semua butuh proses, tidak ada yang instan,” katanya.
Pada 2022, ia merilis hilang dan lupakan pernah mencinta sebagai karya solo pertamanya, yang ia sebut sebagai titik awal perjalanan sebagai musisi independen. Kemudian pada 2024, Rayhan merilis cinta kita yang menunjukkan perubahan tema musik ke arah pengalaman emosional yang lebih dewasa.
Memasuki 2026, Rayhan merilis lagu terbaru berjudul mesmerize. Ia menyebut lagu ini sebagai karya paling personal dalam perjalanan musiknya dan merepresentasikan perjalanan emosional yang ia alami. “Lagu ini benar-benar dari perasaan saya sendiri,” ujarnya.
Rayhan menambahkan, inspirasi dapat datang kapan saja dan dari berbagai situasi. Ide lagu kerap muncul secara spontan, lalu ia kembangkan menjadi karya yang utuh.