Ratusan peserta yang merupakan pegawai laki-laki di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengikuti seminar peningkatan peran ayah di Gedung Serba Guna Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (23/4). Kegiatan ini digelar untuk memperkuat pemahaman para ayah, maupun calon ayah, terkait peran mereka dalam keluarga.
Seminar dibuka oleh Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman. Sejumlah narasumber turut mengisi kegiatan, yakni Kapolres Bangka Tengah I Gede Nyoman Bratasena, Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah Abvianto Syaifulloh, serta Ustaz Hendi Kurnia.
Algafry mengatakan, agenda tersebut menjadi upaya meningkatkan kesadaran tentang tugas ayah sebagai pelindung keluarga. Ia menyoroti bahwa dalam beberapa waktu terakhir, kasus kekerasan terhadap anak masih terjadi berulang di wilayah Bangka Tengah.
“Ini semangatnya adalah bagaimana kita meningkatkan pemahaman mengenai peran kita sebagai ayah? Jangan sampai kita sebagai ayah ini kadang-kadang lupa apa sih sebenarnya tugas ayah ini sebagai anak, apa tugas ayah sebagai suami,” kata Algafry.
Ia juga menilai situasi yang lebih mengkhawatirkan adalah banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang justru terjadi di lingkungan terdekat. Menurutnya, hal itu menjadi alarm bagi semua pihak untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki pola pengasuhan dalam keluarga.
“Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak. Jika anak sudah merasa tidak nyaman di rumah, maka pasti ada sesuatu yang salah di dalamnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Algafry mengajak para ayah untuk lebih terbuka mengekspresikan kasih sayang kepada anak-anak. Ia menegaskan, ayah merupakan teladan utama dalam keluarga, termasuk dalam memperlihatkan sikap kepada pasangan.
“Ayah merupakan teladan utama bagi anak-anaknya. Perilaku ayah terhadap ibu akan menjadi contoh yang direkam oleh anak, baik secara sadar maupun tidak. Kalau seorang ayah tidak berperilaku baik, maka anak akan melihat dan menirunya,” tegasnya.