BERITA TERKINI
PUK SPAMK FSPMI dan Manajemen PT KTSI Gelar LKS Bipartit Rutin Usai Penandatanganan PKB 2026–2028

PUK SPAMK FSPMI dan Manajemen PT KTSI Gelar LKS Bipartit Rutin Usai Penandatanganan PKB 2026–2028

KARAWANG — PUK SPAMK FSPMI PT Kasai Teck See Indonesia (KTSI) bersama manajemen PT KTSI menggelar pertemuan rutin Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit pada Selasa (23/06/2026) di Hotel Novotel Karawang. Agenda yang dilaksanakan setiap tiga bulan ini menjadi pertemuan perdana setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026–2028, yang disebut telah disepakati lebih cepat dari jadwal.

Pertemuan dihadiri jajaran manajemen PT KTSI serta seluruh anggota tim LKS Bipartit dari unsur PUK SPAMK FSPMI PT KTSI. Kehadiran kedua belah pihak mencerminkan komitmen untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah agenda, termasuk evaluasi pelaksanaan program kerja serta dinamika hubungan industrial dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, dilakukan pemetaan rencana strategis perusahaan dan target produksi ke depan guna menjaga stabilitas dan pertumbuhan bisnis.

Diskusi juga menyoroti berbagai tantangan industri di tingkat global maupun nasional. Melalui forum ini, serikat pekerja dan manajemen membahas langkah bersama agar PT KTSI tetap mampu bersaing dan berkembang di tengah perubahan kondisi ekonomi.

“Komunikasi yang konsisten adalah kunci. Melalui forum tiga bulanan seperti ini, kita tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga mencegah munculnya potensi masalah serta menyatukan frekuensi demi masa depan PT KTSI yang lebih baik,” ujar Taufik Vajrin, anggota Tim Bipartit yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang PKB dan Kesejahteraan PUK SPAMK FSPMI PT Kasai Teck See Indonesia.

Meski membahas materi strategis, jalannya rapat berlangsung santai, terbuka, dan dalam suasana kekeluargaan. Dialog dua arah antara serikat pekerja dan manajemen berlangsung konstruktif dengan mengedepankan sikap saling menghormati serta upaya mencari solusi bersama.

Pertemuan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dan ditutup dengan makan siang bersama. Kegiatan tersebut menjadi penanda berlanjutnya komunikasi dan kerja sama antara kedua pihak dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.