BERITA TERKINI
PT Murni Sadar Percepat Pengembangan Stem Cell, Bedah Robotik, dan AI; Pendapatan 2025 Naik 27,2 Persen

PT Murni Sadar Percepat Pengembangan Stem Cell, Bedah Robotik, dan AI; Pendapatan 2025 Naik 27,2 Persen

MEDAN — PT Murni Sadar Tbk mempercepat pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi melalui investasi pada regenerative medicine, stem cell, robotic surgery, dan artificial intelligence (AI). Di saat yang sama, perusahaan mencatat pertumbuhan kinerja keuangan dengan pendapatan mencapai Rp1,36 triliun sepanjang 2025, naik 27,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Paparan Publik Tahunan 2026 yang digelar di Rumah Sakit Murni Teguh Medan, Jumat (12/6/2026). Dalam paparan itu, perseroan menyampaikan kinerja tahun buku 2025, perkembangan operasional, strategi bisnis, serta rencana pengembangan usaha ke depan.

Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, dr. Mutiara, MHA, MKT, mengatakan perkembangan teknologi kesehatan global membuka peluang bagi Indonesia untuk menghadirkan layanan medis yang lebih presisi dan efektif. Ia menyebut perusahaan akan terus berinvestasi pada regenerative medicine, stem cell, robotic surgery, AI, serta teknologi medis terkini.

Sepanjang 2025, perseroan membukukan laba bersih Rp43,1 miliar, meningkat dari Rp2,66 miliar pada 2024.

Salah satu fokus pengembangan layanan adalah Regenerative Medicine Center yang memanfaatkan teknologi stem cell untuk mendukung penanganan berbagai penyakit degeneratif, ortopedi, neurologi, rehabilitasi medis, serta kondisi lain yang memerlukan terapi regeneratif. Menurut dr. Mutiara, layanan regenerative medicine diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting transformasi sistem kesehatan nasional pada masa mendatang.

Perusahaan juga mengembangkan konsep Wellness and Longevity Medicine yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup, pencegahan penyakit, healthy aging, dan optimalisasi kesehatan jangka panjang, khususnya bagi kelompok lanjut usia. Melalui pendekatan ini, layanan kesehatan diarahkan tidak hanya untuk memperpanjang usia harapan hidup, tetapi juga mendukung masyarakat tetap sehat, aktif, dan mandiri pada usia lanjut.

Di bidang teknologi medis, Murni Teguh Hospitals mengembangkan layanan robotic surgery yang diklaim menawarkan presisi lebih tinggi, tindakan minimal invasif, risiko komplikasi lebih rendah, serta masa pemulihan pasien yang lebih cepat. Perseroan juga mengimplementasikan solusi berbasis AI untuk mendukung proses diagnostik, analisis data medis, manajemen operasional rumah sakit, hingga peningkatan pengalaman pasien.

Investasi teknologi tersebut turut diperkuat melalui pengadaan peralatan medis modern, sistem diagnostik generasi terbaru, laboratorium presisi tinggi, serta perangkat medis digital yang terintegrasi.

Di tengah pengembangan layanan berbasis teknologi, PT Murni Sadar Tbk melanjutkan agenda ekspansi jaringan rumah sakit untuk memperluas akses layanan kesehatan. Hingga kini, jaringan Murni Teguh Hospitals mengelola 11 rumah sakit yang tersebar di Medan, Pematangsiantar, Pekanbaru, Tangerang, Jakarta, Bandung, dan Bali.

Direktur PT Murni Sadar Tbk, dr. Jong Khai, menyampaikan kinerja operasional juga menunjukkan tren pertumbuhan. Jumlah kunjungan rawat jalan meningkat 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara total pasien yang dilayani bertambah sekitar 7,3 persen. Perseroan mencatat peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih menjadi kelompok pasien terbesar, dengan porsi 89 persen dari seluruh pasien di jaringan rumah sakit Murni Teguh.

Perusahaan juga melaporkan rata-rata lama rawat inap (length of stay/LOS) sebesar 3,65 hari, lebih rendah dari standar nasional yang berkisar empat hingga enam hari.

Selain kinerja bisnis, perusahaan menegaskan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), antara lain melalui pengendalian konsumsi energi listrik dan bahan bakar operasional sebagai bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang.

Paparan publik tersebut turut dihadiri Direktur dr. Sharon Hanny Angel, Presiden Komisaris Tjin Ten Chun, dan Direktur Clement Zichri Ang.