Prambanan Jazz Festival 2026 menuntaskan seluruh rangkaian acaranya dengan tema Celebrate The Joy. Pada hari ketiga sekaligus penutup, area festival di pelataran Candi Prambanan dipadati pencinta musik yang menikmati suguhan lintas generasi, dari musisi internasional hingga legenda musik Tanah Air.
Hari terakhir festival tidak hanya menghadirkan harmoni musik, tetapi juga diwarnai momen reuni emosional serta kolaborasi seni pertunjukan yang menjadi bagian dari pengalaman acara.
Di hari ketiga, panggung Prambanan Jazz 2026 menampilkan musisi internasional The Rose dari Korea Selatan dan penyanyi Henry Moodie. Dari dalam negeri, deretan nama yang tampil antara lain Tulus, Maliq & D'Essentials, KLa Project, Ari Lasso, Fariz RM, Jikustik, Java Jive, serta Rio Febrian lewat konsep “A Night on Broadway”. Sejumlah penampil lain turut meramaikan acara, seperti Jogja Hiphop Foundation playing jazz, kolaborasi BASS3 bersama Sruti Respati, Nonaria, I am Jazz a Kids, Jazz Kotabaru, Jo Soegono, dan White (Jazz) Chorus.
Sejumlah penampilan mencuri perhatian penonton. Java Jive menjadi salah satu pembuka di Rukun Stage dan membawa nuansa nostalgia. Momen yang turut disorot adalah reuni Jikustik dengan mantan vokalisnya, Pongki Barata, yang menghadirkan atmosfer nostalgia lewat lagu-lagu hit mereka.
Penampilan Tulus juga menonjol. Ia untuk pertama kalinya membawakan lagu barunya berjudul “Teh Hijau” secara langsung. Meski disebut baru dirilis pada Selasa (30/06), banyak penonton yang sudah ikut bernyanyi.
Selain musik, festival turut menghadirkan elemen seni lintas disiplin melalui pertunjukan bertajuk Wayang Bocor dan Didik Nini Thwok. Pertunjukan ini merupakan kolaborasi Eko Nugroho, dalang Ki Catur Kuncoro, komposer Ari Wulu, koreografer Eko Supriyanto, dan maestro tari Didik Nini Thowok. Festival juga menggandeng Eko Nugroho sebagai Commissioned Artist untuk menghadirkan identitas visual yang merepresentasikan kebahagiaan dan keberagaman budaya.
Di panggung Rukun, The Rose tampil sebagai headliner sekaligus penutup. Band asal Korea Selatan itu membawakan sejumlah lagu andalan seperti “Utopia”, “Lifeline”, “Red”, dan “Walking on Clouds”. Antusiasme penonton disebut terasa lewat teriakan serta nyanyian bersama sepanjang penampilan.
Sementara itu, panggung Guyup ditutup oleh KLa Project. Area sekitar panggung dipadati penonton lintas generasi yang ikut larut bernyanyi bersama lagu-lagu mereka. KLa Project menutup penampilan dengan lagu “Yogyakarta”.
Dari sisi penyelenggaraan, panitia disebut melakukan sejumlah perbaikan di hari ketiga. Berbagai masukan dari dua hari sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kepada penonton hingga rangkaian festival berakhir.