BERITA TERKINI
Prabowo Batalkan Kunjungan ke Rusia, Mensesneg: Fokus Rampungkan Agenda Strategis Dalam Negeri

Prabowo Batalkan Kunjungan ke Rusia, Mensesneg: Fokus Rampungkan Agenda Strategis Dalam Negeri

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana kunjungan kerja ke Rusia. Keputusan itu diambil karena Presiden masih memprioritaskan penyelesaian sejumlah agenda strategis di dalam negeri.

“Beliau memiliki pertimbangan tersendiri karena memang masih banyak hal yang ingin difokuskan untuk diselesaikan di dalam negeri,” kata Prasetyo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).

Prasetyo menjelaskan, Presiden memiliki pertimbangan tersendiri dalam mengatur agenda kenegaraan, termasuk memastikan program-program prioritas dan pekerjaan pemerintah berjalan sesuai rencana.

Meski kunjungan ke Rusia dibatalkan, Prasetyo menegaskan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia tetap terjalin baik dan tidak terpengaruh oleh perubahan agenda tersebut. Menurutnya, komunikasi dan kerja sama kedua negara telah berlangsung intensif melalui berbagai pertemuan tingkat tinggi yang digelar sebelumnya.

Ia juga menyebut Presiden telah beberapa kali bertemu dengan pemimpin negara sahabat, termasuk dalam berbagai forum internasional di kawasan Asia Tenggara. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis serta peluang kerja sama bilateral turut dibahas.

Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo sebelumnya telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan membicarakan berbagai peluang kerja sama antara kedua negara. “Beberapa waktu yang lalu Presiden sudah bertemu dengan Presiden Putin dan membicarakan banyak hal terkait hubungan kedua negara,” ujarnya.

Menurut Prasetyo, sejumlah komitmen kerja sama yang telah disepakati dalam pertemuan tersebut kini mulai ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait pada tingkat teknis. Karena itu, ia menilai ketidakhadiran Presiden dalam agenda di Rusia tidak akan memengaruhi hubungan baik maupun pelaksanaan kerja sama yang telah dibangun kedua negara.

“Poin pentingnya adalah berbagai komitmen kerja sama yang telah disepakati terus berjalan dan ditindaklanjuti secara teknis oleh kedua negara,” kata Prasetyo.