Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta mulai menempatkan pelestarian budaya Betawi sebagai bagian dari agenda politiknya. Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-DKI Jakarta yang digelar pada 18–19 April 2026 di Fave Hotel Ciliwitan, Jakarta Timur.
Selain menyoroti isu kebudayaan sebagai upaya merawat identitas lokal di tengah dinamika perkotaan, forum Muscab juga menjadi momentum untuk merapikan struktur organisasi partai dan memperkuat konsolidasi menghadapi Pemilu 2029.
Sekretaris Wilayah DPW PKB DKI Jakarta, Mohammad Fauzi, menilai pembenahan tersebut diperlukan agar mesin partai semakin solid dan adaptif menghadapi tantangan politik ke depan. “Muscab ini memastikan struktur dari DPC hingga ranting diisi kader berintegritas moral dan punya semangat pengabdian tinggi,” ujar Fauzi, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Fauzi, Muscab menjadi titik awal pembenahan menyeluruh, baik dari sisi struktur maupun arah gerak politik PKB di Jakarta. Ia juga menyampaikan bahwa PKB terbuka bagi siapa pun yang ingin berjuang melalui jalur politik demi kemaslahatan, dengan tetap menjaga moderasi beragama sebagai fondasi.
Dalam Muscab tersebut, DPW PKB Jakarta menetapkan arah gerak strategis ke depan yang berfokus pada anak muda, lingkungan, dan budaya. Untuk segmen anak muda, PKB ingin menjadi wadah kreatif dan politik bagi generasi milenial serta Gen Z Jakarta agar terlibat aktif dalam pembangunan kota.
Di bidang lingkungan, Fauzi menyebut komitmen sebagai “Green Party” dengan mengarusutamakan isu lingkungan hidup dalam setiap kebijakan demi Jakarta yang lebih asri dan berkelanjutan.
Sementara pada aspek budaya, PKB menegaskan pelestarian kultur Betawi sebagai langkah menjunjung adat istiadat dan budaya lokal yang dinilai menjadi identitas inti masyarakat Jakarta, sekaligus merayakan keragaman budaya sebagai kekuatan pembangunan. “Ketiga adalah pelestarian kultur Betawi, di mana ini menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya lokal sebagai identitas inti masyarakat Jakarta, serta merayakan keragaman budaya sebagai kekuatan pembangunan,” kata Fauzi.
Fauzi juga meminta seluruh struktur DPC PKB se-Jakarta untuk hadir di tengah masyarakat, menjadi mitra pemerintah, serta memberikan solusi nyata atas persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan Muscab turut memperjelas posisi PKB sebagai partai yang terbuka dan inklusif, namun tetap berakar pada nilai keislaman rahmatan lil’alamin, ahlussunnah wal jamaah, serta nilai-nilai kebangsaan. Dalam konteks itu, sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah disebut tetap menjadi bagian dari peran partai, tetapi diarahkan untuk memberi kontribusi yang konstruktif bagi kesejahteraan masyarakat.