Warga di Jalan Al Mumin, Babakan, Curug, Kabupaten Tangerang, digemparkan oleh penemuan seorang perempuan bernama Widyastuti dalam kondisi tewas di rumah kontrakan.
Korban diduga dibunuh oleh anak tirinya sendiri. Dalam dugaan sementara, pelaku memutar musik dengan volume keras untuk menyamarkan suara kekerasan agar tidak terdengar warga sekitar.
Pemilik kontrakan, Sinta, mengatakan suara musik kencang terdengar sejak siang hingga sore hari. Namun, ia mengaku tidak menaruh curiga karena menganggap hal tersebut merupakan kebiasaan penghuni rumah.
Menurut Sinta, suara musik terdengar jelas hingga ke dalam rumahnya meski jarak rumah korban dan pemilik kontrakan diperkirakan sekitar 300 meter. Kondisi itu membuat suasana di sekitar tampak normal dan tidak mengarah pada dugaan tindak kriminal.
Sinta juga menyebut tidak mendengar adanya teriakan maupun keributan selama musik diputar. Ia menduga volume musik sengaja dibuat keras agar suara ribut atau teriakan tidak terdengar dari luar rumah.
Peristiwa tersebut baru diketahui ketika suami korban, Jumri, pulang pada sore hari. Saat itu, Widyastuti ditemukan terbaring di kasur dan semula dikira sedang tidur karena tidak merespons saat dipanggil.
Kecurigaan muncul ketika korban tetap tidak bergerak. Setelah selimut dibuka, korban diketahui sudah berlumuran darah. Jumri kemudian berteriak meminta pertolongan warga.