Rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 segera memasuki tahap akhir. Setelah sidang-sidang komisi di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, diselesaikan, peserta dijadwalkan mengikuti agenda penutup berupa ziarah ke makam para muasis NU.
Agenda ziarah tersebut direncanakan berlangsung pada Senin (22/6/2026). Selain menjadi bagian penutup kegiatan, ziarah ini diharapkan memperkuat ikatan spiritual sekaligus mengingat kembali fondasi perjuangan, pengabdian, dan tradisi keilmuan yang diwariskan para pendiri organisasi.
Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026 yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengatakan rombongan akan menyusuri sejumlah titik sejarah di Kabupaten Jombang sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Madura.
Di Jombang, terdapat tiga makam tokoh yang menjadi tujuan utama, yakni makam KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, KH Wahab Chasbullah di Tambakberas, dan KH Bisri Syansuri di Denanyar. Namun, Gus Ipul menyebut pelaksanaan ziarah menyesuaikan waktu yang tersedia. “Pulang dari sini besok, akan ziarah ke muasis di Jombang. Kalau waktunya memungkinkan ke tiga titik, kalau enggak mungkin salah satu, mungkin ke Tebuireng,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Setelah dari Jombang, rombongan dijadwalkan menuju Kabupaten Bangkalan, Madura. Di lokasi ini, peserta akan berziarah ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan, ulama besar yang dikenal sebagai guru dari para guru pendiri NU. “Setelah itu nanti, diakhiri dengan ziarah di makam Syaikhona Kholil Bangkalan, sebagai bagian dari rangkaian Munas dan Konbes,” kata Gus Ipul.
Bangkalan juga direncanakan menjadi pusat penutupan Munas dan Konbes NU 2026. Agenda penutupan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (23/6/2026) pukul 14.00 WIB dan disebut berpeluang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Gus Ipul, PBNU terus berkoordinasi dengan panitia daerah, pemerintah daerah setempat, serta pihak Istana Kepresidenan terkait persiapan penutupan. “Kalau memungkinkan, mau ke sana untuk koordinasi dengan panitia daerah, dan juga dengan pemerintah daerah terkait persiapan penutupan Konbes, insya Allah mudah-mudahan waktunya cocok akan dihadiri oleh Bapak Presiden,” ujarnya.
PBNU juga mengimbau seluruh peserta, mulai dari jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia hingga para pengasuh pondok pesantren, untuk tetap mengikuti rangkaian kegiatan hingga prosesi penutupan selesai. “Yang penting, kita harapkan semua peserta yang dari sini bisa mengikuti penutupan itu. Pengurus wilayah seluruh Indonesia, bersama ulama-ulama pengasuh pesantren untuk bisa bersama-sama mengikuti prosesi penutupan tersebut,” kata Gus Ipul.