Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan festival seni budaya bertajuk Winongo Art Festival yang digelar Kemantren Ngampilan di selatan Jembatan Serangan Sungai Winongo dapat menjadi agenda rutin tahunan. Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan untuk singgah di kawasan Winongo.
Winongo Art Festival untuk pertama kalinya digelar di bantaran Sungai Winongo pada Sabtu (13/6). Acara ini menampilkan seni budaya, bazar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kegiatan bersih sungai, serta penebaran benih ikan.
Menurut Wawan, Pemkot Yogyakarta mendorong agar festival itu dapat diselenggarakan secara berkala sekaligus menjadikan kawasan bantaran sungai sebagai destinasi baru. Ia menilai konsep kegiatan berbasis seni budaya dan bazar UMKM yang lahir dari sinergi lintas instansi berpotensi menjadi tujuan baru bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti lokasi bantaran Sungai Winongo yang dinilai strategis karena dekat dengan taman parkir Ngabean dan hotel. Ke depan, ia menyebut kemungkinan pengembangan kegiatan rutin, seperti pasar sore, agar kawasan tersebut semakin ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.
Wawan turut mengajak masyarakat untuk melestarikan seni budaya, menjaga sungai, dan merawat lingkungan. Menurutnya, sebuah destinasi perlu memiliki sajian budaya, seperti tarian, serta produk hasil kegiatan masyarakat termasuk dari UMKM.
Ia menambahkan, ketika bantaran sungai dijadikan ruang budaya dan ekonomi, masyarakat akan terdorong untuk lebih giat merawat dan membersihkan kawasan tersebut. Pemkot berharap kegiatan ini dapat menghidupkan UMKM sekitar, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong agar produk lokal semakin dikenal dan laris.