YOGYAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menargetkan Winongo Art Festival dapat menjadi agenda rutin tahunan. Festival seni budaya yang digelar Kemantren Ngampilan di selatan Jembatan Serangan Sungai Winongo itu diharapkan memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan, target tersebut sejalan dengan upaya menjadikan kawasan bantaran Sungai Winongo sebagai destinasi baru. “Targetnya adalah menjadikan Winongo Art Festival sebagai satu kegiatan tahunan, dan bisa mengajak wisatawan untuk berhenti di sini (Winongo),” kata Wawan di Yogyakarta, Minggu (14/6).
Winongo Art Festival untuk pertama kalinya digelar pada Sabtu (13/6) di bantaran Sungai Winongo. Kegiatan itu menampilkan pertunjukan seni budaya, bazar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), aksi bersih sungai, serta penebaran benih ikan.
Menurut Wawan, penyelenggaraan festival berbasis seni budaya dan bazar UMKM yang melibatkan sinergi lintas instansi berpotensi menjadi tujuan baru bagi masyarakat. Ia menilai lokasi kegiatan memiliki dukungan akses karena berada dekat taman parkir Ngabean dan hotel.
“Di sini dekat dengan taman parkir Ngabean dan hotel. Jadi di sini bisa menjadi satu destinasi baru. Misalnya nanti ada pasar sore bisa menjadi kegiatan rutin dan jujukan orang dan wisatawan ke sini,” ujarnya.
Wawan juga mengajak masyarakat untuk melestarikan seni budaya sekaligus menjaga alam sungai dan lingkungan. Menurutnya, sebuah destinasi membutuhkan sajian budaya, seperti tarian dan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk produk-produk UMKM.
Ia menilai, ketika bantaran sungai dimanfaatkan sebagai ruang budaya dan ekonomi, masyarakat akan terdorong untuk lebih giat merawat kebersihan kawasan tersebut. “Dengan menjadikan bantaran sungai sebagai ruang budaya dan ekonomi, masyarakat akan giat merawat dan membersihkan tempat itu,” katanya.
Pemkot Yogyakarta berharap kegiatan tersebut dapat menghidupkan UMKM di sekitar lokasi. Melalui semangat gotong royong, masyarakat diajak berkontribusi untuk mendukung perputaran ekonomi dan membantu pemasaran produk lokal.
“Semangat, kita tumbuhkan bahwa kita bisa, ekonomi kita masih bisa bergerak. Masyarakat semuanya memberikan kontribusi, gotong royong konsepnya,” ujar Wawan.