Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menyiapkan langkah antisipasi menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026. Kesiapan ini dilakukan karena tanggal tersebut bertepatan dengan long weekend yang diperkirakan memicu peningkatan kunjungan wisatawan ke Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pada May Day tahun ini sebagian besar massa aksi dari Bandung diperkirakan berangkat ke Jakarta karena agenda peringatan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas). Kondisi itu, menurut Farhan, berpotensi membuat warga dari Jakarta justru memilih berwisata ke Bandung.
“Semua acara para pekerja dipusatkan di Jakarta. Kami di Bandung tentu siap-siap saja untuk menyukseskan,” kata Farhan kepada wartawan di Pendopo Bandung, Kamis (30/4/2026).
Farhan menyebut Pemkot Bandung akan memastikan wisatawan yang datang dapat menikmati kota dengan aman dan nyaman. “Pada saat bersamaan kami juga harus siap-siap menyambut para tamu [wisatawan] Jakarta. Kelihatannya akan seperti itu,” ujarnya.
Untuk memperkuat koordinasi, Farhan dijadwalkan menemui pengurus forum komunikasi kewilayahan seluruh kecamatan pada Kamis sore. Pertemuan itu dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Buruh Internasional.
Selain itu, Pemkot Bandung menyiapkan rangkaian kegiatan pada Minggu (3/5/2026) bagi serikat buruh yang tidak berangkat ke Jakarta. Farhan menyebut agenda tersebut meliputi gerak jalan, bazar, serta penyampaian orasi dari aktivis serikat pekerja. “Tanggal 3 [Mei] kami ada gerak jalan. Ada bazzar. Kami akan mendengarkan juga orasi-orasi dari para aktivis serikat pekerja,” katanya.
Kegiatan peringatan May Day yang dipusatkan di Balai Kota Bandung diperkirakan dihadiri sekitar 500 undangan dari berbagai unsur serikat pekerja atau buruh.
Dari sisi pengamanan, Polrestabes Bandung menyiapkan 210 personel untuk menjaga keberlangsungan kegiatan serta situasi di sekitar lokasi acara. Secara keseluruhan, kepolisian akan menurunkan 1.275 personel yang ditempatkan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan dan memastikan kelancaran rangkaian kegiatan.
Empat lokasi utama yang menjadi fokus pengamanan adalah Gedung Sate, DPRD Provinsi Jawa Barat, kawasan Dago Cikapayang, dan Mapolrestabes Bandung. Kepolisian juga menyiapkan 11 titik penyekatan massa di sejumlah ruas jalan.
Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin mengatakan, pihaknya telah memetakan objek dan pola pengamanan serta mengidentifikasi titik rawan. “Kami telah memetakan objek dan pola pengamanan secara rinci, serta mengidentifikasi titik-titik kerawanan untuk diantisipasi bersama. Semua langkah ini diambil agar situasi di lapangan tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.