Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terus menggenjot pengelolaan sejumlah objek wisata. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan melibatkan unsur masyarakat dan pelaku kepariwisataan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Pemkab Situbondo, Basuki, mengatakan pembentukan Pokdarwis di Situbondo telah mencapai sekitar 70 persen. Ia berharap keberadaan Pokdarwis dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata di masing-masing wilayah.
Menurut Basuki, Pokdarwis sebagai tuan rumah di wilayah objek wisata juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif. Peran masyarakat setempat dinilai penting untuk mewujudkan keamanan, ketertiban, serta sikap ramah terhadap wisatawan.
Basuki menyebutkan, kelompok yang sudah terbentuk telah menjalani pendidikan dan pelatihan kader desa wisata. Selain itu, para kader desa wisata bersama kepala desa juga telah mengikuti studi banding ke Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang.
Ia menilai masih banyak potensi wisata di Situbondo yang belum terkelola. Karena itu, pemerintah daerah turut mendorong program Desa Wisata agar setiap potensi dapat dikelola dan dikomersialkan.
Basuki menjelaskan lambatnya pengelolaan objek wisata di Situbondo dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya keterbatasan anggaran. Selain itu, beberapa lokasi wisata memerlukan koordinasi dengan Perhutani terkait pengelolaannya.
Untuk mendukung promosi, Disparpora Situbondo merencanakan kegiatan rutin di objek wisata setiap bulan pada 2018. Selain itu, pemerintah daerah juga akan menyiapkan paket wisata Situbondo.