JAKARTA — Proses naturalisasi dua pemain muda keturunan Australia–Indonesia, Mitchel Lee Baker dan Luke Anthony Vickery, mulai dibahas dalam rapat kerja pemerintah bersama DPR RI. Pembahasan ini menjadi bagian dari persiapan penguatan skuad Timnas Indonesia menghadapi agenda internasional mendatang.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan naturalisasi kedua pemain tersebut diarahkan untuk menambah kedalaman skuad tim nasional. Menurutnya, kehadiran Mitchel dan Luke diharapkan dapat memberi kontribusi tambahan dalam meningkatkan kualitas permainan timnas.
“Kedua atlet itu dibutuhkan untuk transfer pengetahuan serta melengkapi kemampuan pesepak bola lokal,” kata Erick dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Erick menjelaskan, kedua pemain itu memiliki keinginan menjadi Warga Negara Indonesia karena latar belakang keturunan Indonesia. Ia juga menyebut keduanya ingin berkontribusi langsung terhadap prestasi sepak bola nasional. “Menjadi WNI adalah bentuk komitmen mereka,” ujarnya.
Dalam rencana jangka pendek, Mitchel dan Luke disiapkan untuk memperkuat Timnas Indonesia pada sejumlah turnamen internasional, termasuk ASEAN Hyundai Cup 2026, FIFA Series 2026–2031, serta Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Adapun untuk jangka panjang, keduanya diproyeksikan menjadi bagian dari upaya peningkatan peringkat Indonesia di level FIFA dan Asia. Target yang disebut mencakup konsistensi tampil di ajang Piala Dunia dan Piala Asia.
Mitchel Lee Baker saat ini bermain untuk Georgetown University di Amerika Serikat pada kompetisi NCAA. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu, dengan kakek yang lahir di Yogyakarta dan nenek di Semarang. Sementara Luke Anthony Vickery bermain untuk Macarthur FC di Liga Australia. Ia juga memiliki darah Indonesia dari pihak ibu, dengan nenek yang berasal dari Medan, Sumatera Utara.