BERITA TERKINI
Pemdes Tohe Rencanakan Pembersihan Irigasi, Bidang SDA Belu Dorong Jadi Agenda Rutin

Pemdes Tohe Rencanakan Pembersihan Irigasi, Bidang SDA Belu Dorong Jadi Agenda Rutin

Pemerintah Desa (Pemdes) Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, merencanakan aksi pembersihan daerah irigasi bersama kelompok tani dan Petugas Pintu Air (PPA) sebagai upaya mendukung sektor pertanian. Rencana tersebut mendapat apresiasi dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Belu karena dinilai sebagai langkah nyata menjaga keberlangsungan pengairan persawahan.

Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Belu, Fransiscus Xav Lako, pada Selasa, 21 April 2026, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif desa dalam menjaga infrastruktur irigasi. Ia menilai peran aktif pemerintah desa penting untuk memastikan jaringan irigasi tetap berfungsi, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Fransiscus juga menyebut rencana pembersihan yang melibatkan petugas PPA ini menjadi langkah yang patut dicontoh wilayah lain, karena disebut baru pertama kali dilakukan di Belu dengan keterlibatan petugas-petugas PPA. “Kami sangat mendukung kegiatan ini dan memastikan petugas kami akan hadir untuk membantu kegiatan pembersihan ini,” ujarnya.

Menurutnya, pembersihan saluran irigasi dari sedimentasi, sampah, dan tanaman liar diperlukan agar aliran air tidak terhambat. Dengan saluran yang lebih bersih, distribusi air ke lahan pertanian diharapkan berjalan lancar tanpa kekurangan debit, sehingga proses penanaman pada musim kemarau dapat berlangsung lebih optimal.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Desa Tohe, Cornelis Yulius Cecar, sebelumnya pada Senin, 20 April 2026, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dan menjadwalkan pembersihan pada Jumat mendatang. Ia menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk mencegah penumpukan sedimen yang dapat mengurangi debit air saat musim kemarau.

Cornelis menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana aksi desa untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus merespons keluhan petani terkait berkurangnya debit air ketika memasuki musim kemarau. Menurutnya, sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Desa Tohe dan berperan sebagai salah satu lumbung pangan daerah, termasuk untuk padi, jagung, dan hortikultura.

“Artinya di sini kami terus bersinergi dengan mimpi besar ingin memastikan kebutuhan air bagi petani tetap terpenuhi saat musim kemarau,” kata Cornelis.