Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan pembahasan penetapan agenda Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), hingga Muktamar ke-35 NU melalui rapat pleno yang melibatkan para kiai sepuh. Forum pleno tersebut diproyeksikan menjadi ruang penting untuk menentukan waktu dan lokasi pelaksanaan agenda besar organisasi.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan, keterlibatan masyayikh dalam pleno merupakan bagian mendasar dalam proses pengambilan keputusan di NU. Menurutnya, peran kiai sepuh tidak dapat dipisahkan dari penentuan arah organisasi.
“Satu hal bagian fundamental dari NU ini yaitu peran dari masyayikh, yaitu peran dengan kiai sepuh,” kata Yahya Cholil Staquf, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, sejak awal Ramadan telah mengajukan agar rapat pleno segera digelar. Yahya menilai forum tersebut penting untuk menghadirkan para mustasyar yang berasal dari kalangan ulama sepuh.
“Itu sebabnya sejak awal Ramadhan yang lalu saya sudah mohon diselenggarakan pleno, karena pleno adalah forum untuk menghadirkan para masyayikh sepuh sebagai mustasyar-mustasyar. Mudah-mudahan kita segerakan rapat pleno itu dan bisa segera ditetapkan target untuk munas-konbes dan muktamar,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Yahya saat menerima kunjungan 23 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari berbagai daerah di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia juga mengapresiasi kehadiran para ketua PWNU yang dinilainya menunjukkan kepedulian terhadap organisasi.
“Seluruh PWNU yang hadir pada hari ini karena telah mengekspresikan kepeduliannya dan melakukan pertemuan-pertemuan atas inisiatif ketua PW seperti ini. Ini luar biasa,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni menekankan pentingnya percepatan rapat pleno agar rangkaian agenda organisasi dapat segera diputuskan secara jelas, termasuk agenda Konbes serta kepastian waktu dan lokasi Muktamar.
“Untuk melaksanakan konbes ini, diharapkan dapat disegerakan rapat pleno untuk memutuskan apa saja agenda-agenda di konbes dan kapan serta di mana akan dilaksanakan muktamar,” kata Amin.
Amin juga menilai pertemuan antara PBNU dan PWNU berdampak positif dalam membangun kesepahaman internal. Ia menyebut, selama ini informasi yang diterima PWNU kerap berasal dari media atau jalur tidak langsung, sehingga pertemuan tatap muka dinilai penting untuk klarifikasi dan penyamaan persepsi.