Pasar Konah di kawasan Pantai Permata Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, menjadi ruang temu warga yang memadukan kuliner tradisional, produk unggulan masyarakat, layanan publik, serta pertunjukan seni dari komunitas disabilitas. Kegiatan ini disebut turut menggerakkan ekonomi warga sekaligus menegaskan pentingnya ruang publik yang terbuka bagi semua.
Agenda yang digelar pada Minggu (5/7/2026) diawali dengan senam bersama warga dan lomba mewarnai yang diikuti sekitar 100 peserta tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Suasana pasar kemudian semakin ramai dengan penampilan kelompok disabilitas Melati Akustik.
Melati Akustik beranggotakan empat penyandang tunanetra, yakni Riski, Erfan, Sigit, dan Guruh. Nama “Melati” dimaknai sebagai “melek ati” atau melihat dengan hati. Melalui musik akustik, mereka menghibur pengunjung sekaligus menyampaikan pesan tentang kesetaraan kesempatan bagi setiap warga untuk berkarya.
Dari sisi kuliner, Pasar Konah menghadirkan ragam makanan dan minuman tempo dulu, seperti nasi karak, nasi bu’uk, nasi jagung, lupis, bikang cungkil, rangin, nogosari, serabi, pokak, sinom, jamu kencur, rawon, dan pecel pincuk. Setiap stan perwakilan rukun warga di Kelurahan Kademangan dihias dengan ornamen tradisional berbahan bambu, jerami, dan dedaunan kering.
Di bawah rindangnya pohon cemara udang, pengunjung menikmati sajian sambil duduk di kursi bambu. Konsep tersebut menghadirkan suasana nostalgia sekaligus memperkuat promosi kuliner lokal.
Selain makanan, warga juga memasarkan produk unggulan, antara lain Batik Demang khas Kecamatan Kademangan, hasil pertanian dari stan Halaman, Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman (Hatinya) PKK, serta aneka kerajinan tangan seperti gantungan kunci, jepit rambut, pita hias, dan wadah tisu.
Sejumlah layanan publik turut dibuka di lokasi, meliputi pembayaran pajak bumi dan bangunan oleh Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah bersama Bank Jatim, layanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor, perekaman kartu tanda penduduk elektronik, aktivasi Identitas Kependudukan Digital, pelayanan perizinan, serta penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan oleh Koperasi Merah Putih.
Dalam sekitar tiga jam pelaksanaan, perputaran ekonomi Pasar Konah diperkirakan hampir Rp25 juta. Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, mengapresiasi konsep kegiatan yang memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan bakat dan kreativitas.
“Panggung ini bukan sekadar tempat menampilkan hiburan, tetapi ruang untuk menunjukkan bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan menginspirasi. Ketika kita memberi ruang, kita sedang membangun Kota Probolinggo yang benar-benar inklusif, di mana setiap potensi dihargai tanpa memandang keterbatasan,” ujar Ina.
Ia menilai penampilan Melati Akustik menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat berkarya. Pemerintah Kota Probolinggo, kata dia, akan terus mendorong pelibatan komunitas disabilitas dalam berbagai kegiatan masyarakat.
“Mereka memiliki talenta luar biasa yang patut diapresiasi. Semoga semakin banyak panggung yang memberi ruang bagi teman-teman disabilitas untuk tumbuh, berkarya, dan menginspirasi. Inilah wajah kota yang kita bangun bersama, kota yang ramah, setara, dan memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk berkarya,” imbuhnya.
Menurut Ina, Pasar Konah tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan dan pelestarian kuliner tradisional, tetapi juga ruang kreativitas masyarakat yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan.