Pameran bertajuk “Kuil Sastra dalam Seni” digelar di Hanoi untuk menghormati nilai sejarah dan budaya Akademi Kekaisaran (Quốc Tử Giám), sekaligus menampilkan perjalanan kreasi artistik yang terinspirasi oleh situs bersejarah tersebut selama hampir satu abad.
Quốc Tử Giám dikenal sebagai sekolah nasional pertama Vietnam dan selama ini menjadi simbol tradisi ketekunan belajar, penghormatan kepada guru, serta semangat menuntut ilmu. Selama hampir seribu tahun, arsitektur, lanskap, dan nilai budayanya disebut terus menginspirasi generasi seniman, baik dari Vietnam maupun mancanegara.
Dalam upacara pembukaan, Wakil Direktur Pusat Kegiatan Budaya dan Ilmiah Van Mieu-Quoc Tu Giam, Nguyen Van Tu, mengatakan pameran ini tidak hanya menghadirkan karya seni, tetapi juga mengajak publik menelusuri kembali citra Quốc Tử Giám melalui perspektif pelukis, arsitek, fotografer, dan seniman lintas generasi. Ia menilai, melalui pameran tersebut, masyarakat dapat menikmati karya sekaligus memperoleh sudut pandang baru mengenai nilai Quốc Tử Giám pada masa kini.
Nguyen Van Tu juga menekankan pentingnya menjadikan situs warisan itu tetap hidup dalam kehidupan kontemporer sebagai bagian dari upaya perlindungan dan promosi nilai Kuil Sastra–Universitas Nasional. Menurutnya, seni dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan warisan, membuat sejarah lebih mudah diakses, serta menyebarkan nilai budaya melalui bahasa emosi dan kreativitas. Ia menyebut pameran ini turut menegaskan peran Quốc Tử Giám pada masa kini menjelang peringatan 950 tahun berdirinya lembaga tersebut.
Pameran menampilkan lebih dari 60 karya dari 34 seniman dalam berbagai medium. Karya yang dipamerkan mencakup foto dokumenter dan sketsa dari arsitek serta fotografer Prancis pada awal abad ke-20, lukisan seniman Bui Xuan Phai dari era 1980-an, hingga sketsa cat air seniman kontemporer. Selain itu, terdapat pula karya baru pada media sutra, pernis, ukiran kayu, baja tahan karat, komposit, fotografi, serta instalasi multimedia dari seniman muda.
Ruang pameran dirancang terbuka dengan kombinasi seni dinding dan struktur kayu yang membentuk perjalanan visual dinamis. Panitia menyebut dialog antara karya dari beragam periode dan material menghadirkan pengalaman multidimensi, sekaligus meningkatkan kesadaran akan nilai Quốc Tử Giám bukan hanya sebagai monumen bersejarah, tetapi juga simbol budaya yang terus memantik inspirasi.
Kurator Nguyen The Son menjelaskan gagasan pameran berangkat dari kenyataan bahwa ruang Kuil Sastra–Universitas Nasional telah menjadi sumber inspirasi bagi para seniman pada berbagai periode sejarah. Ia menyebut karya seni paling awal yang menggambarkan situs itu berupa sketsa atau lukisan cat minyak langsung dari seniman Prancis pada awal abad ke-20. Setelah berdirinya Sekolah Seni Rupa Indochina, para dosen dan mahasiswa seni rupa pada masa tersebut juga kerap menciptakan lukisan maupun karya grafis yang terinspirasi langsung oleh ruang tersebut.
Melalui pameran ini, panitia berharap nilai unik Quốc Tử Giám sebagai simbol tradisi ketekunan dan budaya Vietnam dapat semakin luas dikenal, sekaligus menegaskan peran seni dalam melestarikan, menafsirkan, dan memperbarui warisan agar lebih dekat dengan masyarakat di dalam dan luar negeri, terutama dalam rangka peringatan 950 tahun berdirinya Quốc Tử Giám.
Pameran “Kuil Sastra dalam Seni” dijadwalkan berlangsung pada 5 Juli hingga 5 Agustus 2026.