Paguyuban Purna Tugas (P2T) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar silaturahmi rutin pada Sabtu (18/4) di Ruang Seminar Pascasarjana UMS, Surakarta. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antaranggota sekaligus memperkuat program pembinaan bagi para purna tugas.
Ketua P2T UMS, Drs. Joko Santoso, mengatakan pertemuan kali ini tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi agenda kebugaran berupa senam sendi dan tulang. Program tersebut disiapkan sebagai respons atas kebutuhan kesehatan anggota, mengingat persoalan sendi dan lutut kerap dialami.
“Topik ini kami pilih karena persoalan sendi dan lutut sering dialami. Maka konsepnya ‘sendi aman, ibadah nyaman’. Nanti akan kami lanjutkan dengan program senam yang bisa dilakukan rutin,” ujarnya, Selasa (21/4).
Joko menambahkan, ke depan kegiatan P2T akan diperkuat dengan agenda penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang dapat dilaksanakan secara daring maupun luring, menyesuaikan mobilitas dan kesibukan anggota. Ia juga membuka ruang partisipasi bagi anggota untuk memberi masukan terhadap program paguyuban.
“Kami berharap ini bukan pertemuan pertama dan terakhir. Silakan terus bergabung dan memberi saran demi kebermanfaatan bersama,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris P2T UMS, Ismokoweni, S.E., M.M., menekankan pentingnya kegiatan yang lebih aplikatif dibandingkan teoritis. Ia menyebut pertemuan-pertemuan berikutnya akan dirancang lebih interaktif, termasuk kemungkinan dikemas dalam bentuk kegiatan luar ruang untuk memperkuat kebersamaan.
“Kegiatan berikutnya ingin kami buat lebih praktik, tidak terlalu banyak teori. Bahkan ada rencana konsep luar ruang agar suasana lebih hidup dan membangun kedekatan emosional,” jelasnya.
Menurut Ismokoweni, paguyuban masih berada pada tahap awal pembentukan sehingga masih memerlukan proses untuk menghimpun lebih banyak anggota. Dari sekitar 300 lebih potensi anggota, saat ini baru sekitar 100 orang yang aktif bergabung.
Ia juga menyoroti perlunya menghidupkan kembali nilai humanisme di lingkungan UMS, terutama dalam interaksi antar civitas academica. Menurutnya, rasa kekeluargaan yang dulu kuat mulai berkurang, padahal humanisme merupakan bagian penting dari misi UMS.
Selain aspek sosial, Ismokoweni menekankan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengembangan kampus. Ia berharap kemajuan UMS dapat diimbangi dengan kesadaran ekologis dan pelayanan yang ramah, termasuk melalui kebiasaan sederhana seperti menyapa dan menjaga kebersihan.
Silaturahmi tersebut juga dimanfaatkan untuk koordinasi agenda berikutnya yang akan dipimpin kelompok 4 dengan koordinator Dra. Wafroturrohmah, M.Pd. P2T UMS merencanakan kegiatan rutin setiap tiga bulan sebagai upaya menjaga silaturahmi dan keberlanjutan kontribusi para purna tugas bagi UMS.