BERITA TERKINI
Nguyen Khanh Ly Siapkan Konser “Aspirasi untuk Cinta”, Tandai 20 Tahun Berkarya dan Perjalanan Akademik

Nguyen Khanh Ly Siapkan Konser “Aspirasi untuk Cinta”, Tandai 20 Tahun Berkarya dan Perjalanan Akademik

Dr. sekaligus penyanyi Nguyen Khanh Ly menyiapkan konser bertajuk Aspirasi untuk Cinta sebagai penanda tonggak penting dalam kariernya. Tahun 2026 disebutnya menjadi peringatan 20 tahun ia berkarya di bidang seni, sekaligus momen yang ia nilai tepat untuk berdiri di panggung sendiri dan menceritakan perjalanan hidup melalui musik.

Dalam keterangannya, Nguyen Khanh Ly menyebut periode ini juga bertepatan dengan selesainya program doktor yang ia tempuh tiga tahun lalu, serta pengalaman bertahun-tahun mengajar di Akademi Musik Nasional Vietnam sembari melakukan penelitian dan tampil. Ia menilai kombinasi pengalaman profesional, pematangan hidup, dan kepercayaan diri yang terbangun selama dua dekade membuatnya siap menghadirkan pertunjukan yang merepresentasikan kisah pribadinya.

Ia menjelaskan, judul konser tersebut diusulkan oleh Direktur Jenderal sekaligus Seniman Berjasa Nguyen Truong Bac, dan ia langsung menyetujuinya. Menurut Nguyen Khanh Ly, “aspirasi” dalam judul itu merujuk pada cinta dalam berbagai bentuk: cinta pasangan, kebahagiaan keluarga, cinta pada kemanusiaan dan tanah air. Ia juga memaknainya sebagai aspirasi akan perdamaian dan rasa syukur yang dikaitkan dengan peringatan ke-79 Hari Veteran Perang dan Martir, serta sebagai simbol semangat dan dedikasi terhadap seni yang menurutnya tidak pernah padam selama 20 tahun terakhir.

Nguyen Khanh Ly menambahkan, cita-cita tersebut menjadi pendorong baginya untuk terus belajar, tampil, dan berkontribusi. Ia menyebut keinginan menyebarkan nilai-nilai positif melalui musik tumbuh dari kecintaannya pada kehidupan dan sesama.

Dalam konser itu, ia juga berencana menghadirkan musik Rusia—bidang yang menjadi fokus riset akademiknya. Ia mengatakan menghabiskan hampir lima tahun mengerjakan disertasi doktoral terkait musik vokal Rusia. Pendalaman terhadap buku, dokumen, dan karya klasik, menurutnya, membantunya memahami nilai-nilai humanistik, semangat patriotik, serta aspirasi perdamaian yang ia temukan dalam tradisi musik tersebut.

Bagi Nguyen Khanh Ly, memasukkan repertoar Rusia ke dalam pertunjukan merupakan bentuk penghormatan kepada dua gurunya yang telah wafat: Profesor sekaligus Seniman Rakyat Nguyen Trung Kien dan Profesor sekaligus Seniman Rakyat Tran Thu Ha. Ia menyebut keduanya berperan membimbing dan membentuk pemikiran akademis maupun artistiknya hingga kini.

Ia mengakui ada tekanan ketika membawakan karya-karya yang telah dikenal luas, mengingat penonton Vietnam dinilainya kritis dan akrab dengan para vokalis ternama. Namun, ia menyatakan optimistis dengan aransemen baru yang disiapkan pengarah musik, Seniman Rakyat Quang Vinh. Menurutnya, aransemen tersebut tetap menjaga jiwa dan keindahan asli karya, tetapi diberi nuansa baru agar lebih dekat dengan selera penonton masa kini.

Ia juga menyinggung adanya kedekatan emosional antara Vietnam dan Rusia dalam pengalaman sejarah perang. Kesamaan dalam penggambaran sosok ibu dan tentara, menurutnya, menjadi resonansi yang memudahkan terjalinnya koneksi dengan penonton.

Selain repertoar klasik, Nguyen Khanh Ly menyebut akan membawakan lagu-lagu kontemporer karya penulis lagu muda. Ia menilai baik seniman maupun guru perlu memiliki cara berpikir inovatif, karena penciptaan karya seni menuntut pembaruan dan perubahan yang berkelanjutan. Ia mengatakan akan menerapkan teknik vokal yang dilatih secara profesional untuk membawakan lagu-lagu tersebut dengan pendekatan yang halus, sekaligus membuat musik klasik terasa lebih lembut dan mudah diakses sebagai jembatan interaksi dengan generasi muda.

Dalam aktivitas mengajarnya, ia menekankan pentingnya memahami konteks kelahiran sebuah lagu dan makna lirik sebelum menyanyikannya. Baginya, bernyanyi bukan semata soal memamerkan teknik, melainkan menyampaikan pengakuan yang tulus tentang kehidupan.