Pementasan resmi Jersey Boys sukses digelar di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 27–28 Juni 2026. Musikal berlisensi resmi ini mengangkat perjalanan Frankie Valli & The Four Seasons, membawa penonton mengikuti kisah empat pemuda asal New Jersey yang kemudian menjadi salah satu grup musik paling ikonik di dunia.
Melalui lagu-lagu populer seperti “Can’t Take My Eyes Off You”, “Beggin’”, dan “Who Loves You”, pertunjukan ini menampilkan cerita tentang mimpi, persahabatan, konflik, serta proses menuju kesuksesan. Untuk mendekatkan cerita kepada penonton Indonesia, dialog dibawakan dalam bahasa Indonesia, sementara lagu-lagu ikoniknya tetap dinyanyikan dalam bahasa Inggris untuk menjaga esensi musikal aslinya.
Executive Producer Jersey Boys, Narendra Pryottama, menyebut produksi ini sebagai langkah besar bagi perkembangan teater musikal di Indonesia. Ia menilai pementasan tersebut bukan sekadar menghadirkan musikal terkenal, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kemampuan talenta lokal dalam membawakan produksi berkelas internasional.
Pertunjukan ini dibintangi antara lain oleh Andikara Aliyumnu, Nabil Pawaka, Ghatfaan Rifqi, Ray Paulus, Agatha Pricilla, Jeje Soekarno, dan Royyan Sungkar, bersama sejumlah pemeran lokal lainnya.
Dari sisi produksi, Jersey Boys melibatkan talenta kreatif lintas bidang hiburan dan seni pertunjukan, di antaranya Fadli Hafizan (Founder Jakarta Art House), Narendra Pryottama (Executive Producer), Bran Vargas (Director), Clarissa Theophilia (Vocal Director), serta Mumu Harmoun (Choreographer).
Clarissa Theophilia menjelaskan para pemain telah menjalani latihan intensif selama beberapa bulan terakhir untuk membangun harmonisasi vokal khas The Four Seasons. Sementara itu, Mumu Harmoun menyampaikan pendekatan koreografi dan staging dipersiapkan untuk menghadirkan nuansa era 1960-an yang tetap terasa dekat bagi penonton masa kini.
The Four Seasons merupakan band rock Amerika yang dibentuk pada 1960 di New Jersey. Grup ini disebut sebagai salah satu yang terlaris sepanjang masa, dengan penjualan sekitar 100 juta rekaman di seluruh dunia.