Munas dan Konbes NU 2026 resmi dibuka di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Forum ini membahas sejumlah agenda strategis organisasi, termasuk penentuan lokasi Muktamar ke-35 NU.
Muktamar sebagai forum tertinggi organisasi akan menjadi ajang pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU untuk periode mendatang. Agenda tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung pada Agustus.
Selain membahas lokasi muktamar, forum juga mengagendakan penyusunan dan penetapan materi muktamar, pembahasan usulan lokasi penyelenggaraan, serta sejumlah persoalan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam Konbes NU 2026, pembahasan dibagi ke dalam enam komisi, yakni Komisi Bahtsul Masail Waqi'iyah, Bahtsul Masail Maudluiyyah, Bahtsul Masail Qanuniyah, Komisi Organisasi, Komisi Program, serta Komisi Rekomendasi yang bertugas merumuskan keputusan dan rekomendasi strategis hasil forum.
Sesuai agenda, rangkaian Munas dan Konbes NU 2026 dijadwalkan berakhir pada Selasa, 23 Juni 2026. Penutupan direncanakan berlangsung di STAI Syaichona Moh. Cholil, Kabupaten Bangkalan, dan menjadi puncak forum yang disebut akan menentukan arah kebijakan strategis NU menuju muktamar mendatang.
Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan forum ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju muktamar. Menurutnya, selain membahas materi muktamar, forum juga akan mengulas berbagai isu keagamaan yang menjadi perhatian NU.