BERITA TERKINI
MUI Apresiasi Kesepakatan Damai Awal AS-Iran, Minta Isu Palestina Tetap Jadi Prioritas

MUI Apresiasi Kesepakatan Damai Awal AS-Iran, Minta Isu Palestina Tetap Jadi Prioritas

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik dan memberikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan damai awal antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran. MUI menilai langkah dialog dan diplomasi ini diharapkan dapat meredakan ketegangan geopolitik serta mendorong stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan proses diplomasi tersebut sejalan dengan nilai universal Islam dan amanah Pembukaan UUD 1945. Ia berharap kesepakatan itu dapat mengakhiri ketegangan, mencegah eskalasi konflik, dan membuka jalan bagi stabilitas keamanan kawasan serta perdamaian dunia yang lebih berkelanjutan.

Menurut MUI, penghentian konflik antara Washington dan Teheran memiliki arti strategis bagi stabilitas global. MUI menilai perdamaian ini penting untuk mencegah krisis kemanusiaan akibat ancaman perang yang lebih luas di Timur Tengah, sekaligus mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

MUI juga menyoroti aspek ekonomi dan perdagangan, termasuk perlunya menjamin keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi energi dunia. Selain itu, MUI memandang stabilitas hubungan AS-Iran dapat membantu mencegah lonjakan harga minyak dan energi, menekan dampak inflasi global, serta mendorong pengalihan anggaran dari perlombaan senjata ke pembangunan dan kerja sama ekonomi.

Sudarnoto menekankan bahwa kesepakatan damai tersebut semestinya menjadi titik awal bagi terbentuknya arsitektur keamanan kawasan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan, bukan sekadar penghentian konflik yang bersifat sementara.

Dalam pernyataannya, MUI juga meminta agar momentum perdamaian ini tidak berhenti pada hubungan bilateral AS-Iran. Sudarnoto mendesak agar semangat dialog dilanjutkan untuk menghentikan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah konflik lain, terutama di Gaza, Palestina, dan Lebanon.

MUI meminta Pemerintah AS menggunakan pengaruh politik dan diplomatiknya untuk mendorong Israel menghentikan agresi militer dan keluar dari wilayah Palestina. MUI menilai perdamaian yang sejati tidak dapat terwujud jika kekerasan terhadap warga sipil masih berlangsung. Karena itu, MUI menekankan pentingnya penghentian perang, pembukaan akses bantuan kemanusiaan, serta penyelesaian politik yang adil bagi rakyat Palestina sebagai agenda setelah kesepakatan AS-Iran.

Untuk menjaga agar kesepakatan damai tetap bertahan dan tidak memicu konflik baru, MUI mengusulkan pembentukan mekanisme dialog permanen, keterlibatan aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengawal implementasi secara transparan, serta kepatuhan penuh kedua pihak terhadap isi perjanjian.

Secara khusus kepada Pemerintah Republik Indonesia, MUI juga menyampaikan rekomendasi strategis berupa pengembangan kerja sama multilateral melalui kemitraan ekonomi dan kemanusiaan guna memperkuat stabilitas global.