BERITA TERKINI
MS Glow Men Malang Half Marathon 2026 Diikuti 5.500 Pelari, Pemkot Targetkan Masuk Kalender Tahunan Mulai 2027

MS Glow Men Malang Half Marathon 2026 Diikuti 5.500 Pelari, Pemkot Targetkan Masuk Kalender Tahunan Mulai 2027

Ajang MS Glow Men Malang Half Marathon 2026 menarik perhatian dengan melibatkan 5.500 peserta dari berbagai daerah pada Minggu (26/4). Penyelenggaraan perdana ini diproyeksikan masuk kalender tahunan Kota Malang mulai 2027, dengan target jumlah peserta meningkat hingga 14 ribu orang.

Sejak dini hari, ribuan pelari memadati garis start di Jalan Kertanegara, depan Balai Kota Malang. Kategori lari 21K diberangkatkan pada pukul 04.45 WIB, disusul 10K pada 05.20 WIB, dan 5K pada 05.35 WIB.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan Kota Malang berpotensi menjadi destinasi sport tourism nasional. Ia menyebut kehadiran peserta dan tamu dari luar daerah turut berdampak pada ekonomi dan pariwisata setempat.

Menurut Wahyu, keberhasilan penyelenggaraan pertama ini akan menjadi pijakan untuk pengembangan event pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah Kota Malang, kata dia, memastikan ajang tersebut akan masuk agenda resmi tahunan mulai 2027.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi MS Glow for Men bersama RANS, serta didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Pada pembukaan acara, turut hadir Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat bersama jajaran pejabat daerah.

Inisiator event, Gilang Widya Pramana, mengatakan half marathon di Kota Malang digelar untuk menghadirkan event olahraga berstandar nasional di kota kelahirannya. Ia menyebut target peserta pada tahun berikutnya dinaikkan menjadi 12 ribu hingga 14 ribu orang, termasuk pelari mancanegara.

Gilang juga menyampaikan konsep acara akan terus ditingkatkan agar memiliki daya tarik berbeda dibanding kota lain, termasuk membuka peluang penambahan kategori full marathon pada masa mendatang.

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini disebut ikut mendorong perputaran ekonomi daerah. Kehadiran peserta dari luar kota berdampak pada okupansi hotel, sektor kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal.