Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan penguatan kapasitas pemerintah daerah menjadi agenda strategis nasional. Menurutnya, langkah ini penting karena lebih dari 6,7 juta aparatur sipil negara (ASN) berperan langsung dalam pelaksanaan layanan publik di seluruh Indonesia.
Rini menyatakan penguatan sumber daya manusia (SDM) diperlukan agar hasil reformasi birokrasi dan transformasi pelayanan publik dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata.
Ia juga menekankan transformasi digital harus tetap berlandaskan kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemanfaatan teknologi diarahkan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah diakses, lebih inklusif, dan lebih responsif terhadap kebutuhan warga.
Lebih lanjut, Rini menjelaskan penguatan kapasitas SDM menjadi faktor yang sama pentingnya dengan pengembangan teknologi. Pemerintah, kata dia, berfokus pada peningkatan kompetensi lebih dari 6,7 juta ASN, terutama dalam literasi digital, pengambilan keputusan berbasis data, analisis kebijakan, manajemen publik yang adaptif, serta mobilitas talenta.
Rini juga memaparkan urgensi dukungan terhadap peran ASN perempuan sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi yang inklusif dan adaptif. Ia menyebut setidaknya ada empat pendekatan yang perlu terus didorong bersama, yakni legislasi dan kebijakan yang berpihak dan adil, transformasi budaya organisasi, keteladanan kepemimpinan, serta penguatan semangat women support women melalui jejaring, mentoring, dan coaching yang terstruktur.
Dalam kesempatan itu, Rini turut menyoroti hubungan Indonesia dan Australia yang dipandang sebagai kemitraan strategis dengan relasi erat dan saling menguntungkan, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat. Disebutkan, Kementerian PANRB baru-baru ini bertemu dengan Governor of South Australia Frances Adamson AC untuk membahas reformasi sektor publik, peningkatan kapasitas dan tata kelola, serta transformasi digital sektor publik.
Rini mengatakan pertemuan dengan Ambassador Brazier, Gubernur Adamson, dan Profesor Stirling dari Flinders University menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan mengenai berbagai hal yang menjadi kepentingan bersama kedua negara.
Menurutnya, di tengah perubahan yang semakin cepat—mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika ekonomi dan sosial—Indonesia dan Australia memiliki peluang besar untuk mempererat kerja sama dalam reformasi sektor publik, pemerintahan digital, pengembangan pemimpin masa depan, serta peningkatan kualitas SDM.