Seorang mahasiswa tahun pertama yang mempelajari sejarah ninja di Mie University, Jepang, mengundang perhatian setelah mengumpulkan lembar esai tanpa tulisan dan tetap memperoleh nilai sempurna dari dosennya.
Mahasiswa tersebut bernama Eimi Haga. Dalam tugas kuliah, dosen meminta mahasiswa menulis esai tentang kunjungan ke Museum Ninja Igaryu, sebuah museum yang didedikasikan untuk sejarah ninja dan ninjutsu. Museum itu didirikan pada 1964 dan berada dekat Kastil Iga Ueno, dengan koleksi berupa audiovisual, model, dan tampilan statis yang memuat persenjataan serta teknik yang digunakan ninja.
Ketika esai dikumpulkan, lembar milik Haga tampak berbeda dari milik teman-temannya karena terlihat kosong tanpa tulisan. Namun, dosen menduga Haga menggunakan teknik “aburidashi”, yakni metode menulis dengan tinta dari kedelai yang membuat tulisan tidak langsung terlihat.
Dalam penjelasan yang disebutkan, teknik tersebut dilakukan dengan merendam kedelai semalaman, menghancurkannya, lalu mencampur ekstraknya dengan air. Prosesnya disebut membutuhkan sekitar dua jam untuk mencapai konsentrasi yang tepat sebelum digunakan menulis dengan sikat halus pada kertas “washi”.
Dosen yang disebut bernama Professor Yuji Yamada kemudian memberikan nilai sempurna. Penilaian itu bukan didasarkan pada isi esai yang terbaca, melainkan pada penerapan teknik ninja yang digunakan Haga.

