MANADO — Dalam beberapa bulan terakhir, Aloft Hotels menghadirkan seri Live At Aloft Amplified yang mengubah lounge hotel menjadi ruang temu yang lebih hidup. Program ini menempatkan musik bukan sekadar hiburan, melainkan wadah interaksi antara musisi dan penonton dalam jarak yang dekat tanpa sekat berlebihan.
Format yang diusung terbilang sederhana, namun dinilai efektif menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda. Pendekatan ini sejalan dengan konsep merek Aloft yang menekankan pengalaman sosial dan musik sebagai bagian dari identitasnya, sebagaimana dijelaskan dalam materi resmi Marriott International.
Sejumlah musisi merasakan karakter pertunjukan yang lebih intim. Kunto Aji menilai suasana acara lebih komunikatif. Pengalaman tersebut sejalan dengan kecenderungan pertunjukan small venue yang kembali diminati setelah pandemi, ketika audiens disebut lebih mencari pengalaman live yang personal dibandingkan spektakel berskala besar.
Rafi Sudirman memandang format ini sebagai jembatan antara industri hospitality dan musik. Dalam konteks tersebut, hotel tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga dapat menjadi platform untuk menghadirkan pengalaman budaya bagi pengunjung.
Program ini turut melibatkan sejumlah nama dari spektrum musik yang beragam, di antaranya Adrian Khalif, Adikara, Bilal Indrajaya, Fajar Nurdiansyah, Nadhif Basalamah, hingga Didie Shazry. Kurasi penampil seperti ini umumnya mempertimbangkan keterlibatan audiens dan relevansi komunitas pendengar, sehingga acara tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kedekatan dengan audiens.
Meski rangkaian seri disebut telah selesai, antusiasme yang muncul di Jakarta, Surabaya, dan Bali menunjukkan potensi keberlanjutan format serupa. Aktivitas di jaringan Aloft Hotels secara global juga konsisten mengandalkan musik sebagai pembeda pengalaman merek melalui kampanye Live At Aloft yang telah berjalan di berbagai kota.
Dengan minat terhadap sesi live yang lebih intim, program seperti ini dipandang memiliki permintaan yang nyata. Ke depan, perhatian mengarah pada kemungkinan kelanjutan program dan skala penyelenggaraan berikutnya. Jika dijalankan secara konsisten, model kolaborasi seperti ini berpeluang menjadi rujukan baru bagi kerja sama antara industri musik dan hospitality di Indonesia.