BERITA TERKINI
Kurator Musik di TikTok Ikut Menentukan Lagu Viral, Bukan Sekadar Algoritma

Kurator Musik di TikTok Ikut Menentukan Lagu Viral, Bukan Sekadar Algoritma

Popularitas sebuah lagu di TikTok kerap dianggap sepenuhnya ditentukan oleh algoritma. Namun belakangan, muncul peran lain yang ikut memengaruhi lagu mana yang mendapat perhatian luas, yakni kurator musik—pengguna yang secara aktif mencari dan merekomendasikan lagu kepada pengikutnya.

Kurator musik di TikTok biasanya membuat video sederhana berisi potongan lagu, informasi tentang penyanyi dan asalnya, serta alasan mengapa lagu tersebut layak didengar. Meski formatnya singkat, rekomendasi semacam ini dapat berdampak besar, terutama bagi musisi independen yang sulit menjangkau pendengar melalui mekanisme rekomendasi otomatis.

Salah satu kurator yang dikenal adalah Jorden Smith, kreator asal Amerika Serikat yang mengelola akun TikTok @infiernosz. Ia kerap menampilkan lagu-lagu musisi independen dan genre yang jarang muncul di halaman For You. Selain memutar cuplikan musik, Jorden juga menambahkan cerita di balik lagu, seperti asal-usul genre, pengaruh budaya, hingga alasan personal mengapa karya tersebut terasa spesial.

Jorden menilai banyak musik berkualitas tidak sampai ke telinga pendengar karena tidak terjangkau algoritma. Ia menggambarkan pengalamannya ketika mulai mengeksplorasi musik dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Thailand, dan Brasil. Menurutnya, ada banyak lagu bagus yang tidak pernah muncul dalam daftar putarnya karena algoritma tidak “mengetahui” keberadaan lagu tersebut.

Fenomena ini menandai perubahan cara orang menemukan musik. Selama bertahun-tahun, platform streaming seperti Spotify atau Apple Music mengandalkan playlist editorial untuk memperkenalkan lagu kepada pendengar. Meski dikurasi oleh tim khusus, proses pemilihannya tidak terbuka dan peluang musisi independen untuk masuk relatif terbatas.

Di TikTok, mekanismenya berbeda. Siapa pun dapat menjadi kurator tanpa harus bekerja di industri musik atau memiliki jaringan label. Yang dibutuhkan adalah konsistensi mencari lagu baru, selera yang terasah, serta kemampuan menjelaskan kepada audiens mengapa sebuah lagu pantas didengar.

Peran kurator juga tidak selalu berhenti pada rekomendasi. Sejumlah kreator, termasuk Jorden, disebut turut memberikan masukan kepada musisi independen, mulai dari kualitas mixing, struktur lagu, hingga peluang karya diterima pasar. Bagi musisi yang belum memiliki akses ke produser atau tim A&R, umpan balik semacam ini dapat menjadi bekal untuk mengembangkan karya.

Di tengah banjir konten yang terus diproduksi setiap hari, kurator musik berfungsi sebagai penyaring bagi pendengar untuk menemukan karya yang dinilai berkualitas. Mereka sekaligus membuka jalan bagi musisi independen untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama ketika algoritma cenderung mengangkat lagu yang sudah lebih dulu populer.

Apakah tren kurator musik di TikTok akan bertahan lama masih belum dapat dipastikan. Namun selama masih ada keterbatasan dalam jangkauan rekomendasi otomatis, peran kurator manusia diperkirakan tetap dibutuhkan untuk membantu pendengar menemukan lagu-lagu yang mungkin tidak akan muncul dengan sendirinya.