Pemerintah Kota Kupang menggelar karnaval budaya pertama dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-140 Kota Kupang dan 30 tahun sebagai daerah otonom, Sabtu (25/4). Kegiatan yang berlangsung di Bundaran Tirosa itu disebut sebagai penanda lahirnya agenda budaya yang akan dikembangkan menjadi kegiatan rutin tahunan.
Sejumlah pejabat dan unsur masyarakat hadir menyaksikan karnaval, di antaranya Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, Ketua DPRD Kota Kupang Richard E. Odja, Forkopimda tingkat Kota Kupang, anggota DPRD Provinsi NTT, Wakil Gubernur NTT periode 2018–2023 Josef Nae Soi, Deputi Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan NTT, serta jajaran pemerintah kota dan ribuan warga.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengatakan karnaval tersebut baru pertama kali digelar sejak Kota Kupang berdiri. Ia menyebut kegiatan ini sekaligus menjawab kerinduan berbagai komunitas etnis yang selama ini belum memiliki ruang ekspresi bersama.
“Ini pertama kalinya dalam 140 tahun sejarah Kota Kupang kita punya karnaval budaya seperti ini. Dan ini bukan untuk satu malam saja, tetapi akan kita jadikan agenda rutin setiap tahun, sebuah warisan untuk anak cucu kita,” kata Christian dalam sambutannya.
Dengan tema Harmoni dalam Keberagaman, karnaval menghadirkan hampir 50 komunitas etnis yang menampilkan ragam budaya, mulai dari busana adat hingga tarian tradisional. Antusiasme peserta dan warga terlihat hingga acara berlangsung larut malam.
Christian menyampaikan optimisme bahwa karnaval akan berkembang dari tahun ke tahun. Ia berharap kegiatan tersebut kelak menjadi agenda yang dinantikan dan menarik kedatangan pengunjung dari berbagai daerah.
Selain aspek budaya, ia menilai karnaval turut menggerakkan ekonomi lokal. Menurutnya, pelaku industri kreatif seperti perias, penyedia busana adat, hingga penenun mengalami peningkatan permintaan selama penyelenggaraan kegiatan.
Suasana perayaan juga diwarnai penampilan Sky Band yang membawakan lagu “Rindu Rumah”. Christian menilai lagu itu menggambarkan kedekatan batin warga dengan Kota Kupang, termasuk kenangan tentang keluarga, kuliner, dan senja yang dirindukan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengajak masyarakat menjaga Kota Kupang sebagai warisan bersama. Ia menegaskan keberhasilan kota tidak hanya ditentukan pemerintah, melainkan juga kontribusi warga.
Di sela karnaval, Wali Kota dan Wakil Wali Kota tampak sesekali ikut terlibat dalam atraksi budaya. Penyelenggaraan perdana ini pun diproyeksikan menjadi awal tradisi baru yang menghadirkan ruang bersama bagi keberagaman di Kota Kupang.