BERITA TERKINI
Konser “Melodies of Triumph” Hadirkan Ragam Warna Musik Klasik di Teater Ho Guom

Konser “Melodies of Triumph” Hadirkan Ragam Warna Musik Klasik di Teater Ho Guom

Program konser “Melodies of Triumph” digelar pada malam 19 April di Teater Ho Guom, menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang disusun agar penonton dapat merasakan setiap lapisan suara. Acara ini disponsori oleh ROX Group dan MSB Commercial Bank.

Konser dibuka dengan konser ganda karya Johann Sebastian Bach yang menampilkan pemain biola Chuong Vu dan pemain oboe Wei Xiang, talenta muda dari Singapura. Permainan keduanya membentuk perpaduan bunyi yang menghadirkan dialog musikal bernuansa halus dan reflektif.

Bagian berikutnya menampilkan duet piano Nguyen Trinh Huong dan Nguyen Huy Phuong yang membawakan Konserto untuk dua piano dalam D minor, FP.61 karya Francis Poulenc. Karya ini menonjolkan karakter jenaka dengan perpaduan unsur neoklasik dan jazz, sekaligus membuka ruang dialog yang hidup antara dua piano dan orkestra.

Kolaborasi kedua pianis tersebut ditandai kekompakan saat bergantian memimpin dan saling mendukung. Orkestra tidak semata menjadi latar, melainkan turut menambah kedalaman percakapan musikal yang terbangun sepanjang karya.

Setelah jeda, Simfoni No. 4 karya Pyotr Ilyich Tchaikovsky membawa suasana emosional yang lebih intens. Tema “takdir” digambarkan melalui lapisan suara yang berganti dari hiruk-pikuk, menyayat hati, hingga meledak dalam klimaks yang kuat dan terasa memenuhi auditorium.

Seluruh program dipimpin konduktor Franz Schottky, yang disebut memiliki pengalaman bekerja sama dengan sejumlah orkestra internasional, termasuk Jerusalem Symphony Orchestra, Orchestra dell'Arena di Verona, Orchestra Sinfonica Siciliana, dan Moravian Philharmonic Orchestra Olomouc. Dalam konser ini, ia menghadirkan gaya konduksi yang jelas dan terkendali, namun tetap kuat, memberi ruang bagi aliran emosi musik.

Salah seorang penonton menilai gaya konduksi Schottky “anggun, fleksibel, dan tidak terkekang.” Penonton tersebut juga menilai konser tetap utuh dan koheren, dengan garis melodi yang menuntun pendengar melalui perbedaan karakter tiga komposer—dari Barok, Neoklasik, hingga Romantis. Menurutnya, meski tanpa banyak puncak yang berdiri sendiri, konser terasa menarik sebagai perjalanan yang mulus dan mudah diakses.

Usai pertunjukan, penyelenggaraan “Melodies of Triumph” juga dipandang sebagai bagian dari perubahan di Hanoi, ketika seni dinilai semakin mudah dijangkau dan ruang seperti Teater Ho Guom menjadi titik pertemuan bagi cara hidup baru yang lebih dekat dengan pengalaman budaya.

Dalam konteks itu, ROX Group disebut berperan sebagai mitra yang mendukung upaya mengintegrasikan seni ke dalam ekosistem yang berpusat pada manusia. Tahun 2026 menandai 30 tahun pertumbuhan dan ekspansi ROX Group, yang disebut berkembang dari bisnis manufaktur menjadi konglomerat terdiversifikasi di bidang pengembangan perkotaan, kawasan industri, jasa, dan energi.

Dengan misi “Menciptakan nilai yang bermanfaat bagi kehidupan,” ROX Group menyatakan menempatkan manusia dan kualitas hidup sebagai pusat pendekatan. Pengalaman budaya dan seni dipandang sebagai bagian dari kehidupan spiritual yang tak terpisahkan dalam proses pengembangan.

Mulai 2025, ROX Group disebut akan memperkuat kemitraan dengan program seni akademik serta lebih proaktif menyelenggarakan kegiatan musik dan acara komunitas di kawasan perkotaan. Pendekatan ini dinilai dapat memperkaya pengalaman hidup sekaligus membantu membentuk komunitas yang terhubung dengan kebutuhan akan kenikmatan budaya.

Melalui kemitraannya dalam “Melodies of Triumph,” ROX Group menyatakan melanjutkan perjalanan untuk mendekatkan musik klasik kepada publik, sehingga seni tidak lagi dipandang sebagai ruang terpisah, melainkan pengalaman yang dapat disentuh dan dihayati.