BERITA TERKINI
Konser Hey Slank X HS di Malang: Slank Sebut Kota Ini Barometer Musik dan Basis Slankers

Konser Hey Slank X HS di Malang: Slank Sebut Kota Ini Barometer Musik dan Basis Slankers

Konser musik Hey Slank X HS digelar di Lapangan Rampal, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam. Menjelang konser, para personel Slank dan perwakilan HS mengungkap alasan Malang dinilai memiliki kaitan khusus, baik dalam konteks perkembangan musik maupun sebagai kota yang lama dikenal dengan industri rokok.

Vokalis Slank, Kaka, menyebut Malang kerap dianggap sebagai salah satu barometer perkembangan sebuah grup musik. Ia mengingat kembali pesan yang diterima Slank pada awal karier, ketika band tersebut merilis album pertamanya pada 1990.

“Dulu, waktu Slank keluarin album pertama (tahun 1990) ada musisi senior bilang, Lu harus main di Malang! Kalau Lu di Malang sukses, futurenya akan bagus. Inilah hebatnya HS, Malang kan sarangnya rokok, berani-beraninya masuk (sini), tapi ini orang-orang berani ngumpul di sini!” kata Kaka saat sesi jumpa pers beberapa jam sebelum konser.

Drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi (Bimbim), juga mengenang pengalaman pertama kali Slank tampil di Malang pada 1990. Ia menyebut saat itu Slank tampil di Pulosari, menerima bayaran Rp5 juta, dan menginap di Hotel Pelangi.

“Saat itu dibayar Rp5juta, di Pulosari, nginap di Hotel Pelangi. Malang selalu punya apa ya, sudah langsung excited kalau ke sini. Aku ajak keluarga, sudah ke Jatim Park, sudah petik apel juga di Batu,” ujar Bimbim.

Sementara itu, bassis Slank, Ivanka, menilai Malang sebagai salah satu basis pendukung Slank yang militan di Jawa Timur. Ia juga menyampaikan keterkaitan pribadinya dengan kota tersebut.

“Saya juga dulu sempat kuliah di sini, nggak lulus, orangtua lahirnya di Malang. Malang sangat istimewa, Aremania!” kata Ivanka.

Dari pihak penyelenggara, Direktur Sales & Marketing HS, Falah Adha, menyampaikan pandangannya bahwa Malang merupakan salah satu wilayah yang lekat dengan industri rokok. Ia merujuk pada hasil survei dari lembaga internasional yang disebutnya menempatkan Jawa Timur, terutama Malang, sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan produk rokok tertinggi.

“Salah satu rumahnya rokok. Berdasar hasil survei dari lembaga internasional, terutama Jawa Timur dan Malang, itu kita masuk ke dalam produk rokok dengan pertumbuhan tertinggi 10 besar, dari sekian ratus ribu (merek),” ungkap Falah.

Ia menyatakan optimistis peluang HS di Jawa Timur, khususnya Malang, terbuka lebar. Namun ia menekankan bahwa keputusan tetap berada pada konsumen.

“Saya pikir ini adalah hal yang baik ya. Balik lagi, semua itu kembali ke pilihan konsumen, selera orang. HS itu berbeda menurut saya, bukan hanya sekadar rokok, tapi ini menginspirasi orang-orang yang berani beda,” lanjutnya.