BERITA TERKINI
Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang Terima Kunjungan Peserta Residensi BBM Seni Sastra Kemdikbudristek

Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang Terima Kunjungan Peserta Residensi BBM Seni Sastra Kemdikbudristek

Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang menerima kunjungan peserta Residensi Belajar Bersama Maestro (BBM) Bidang Seni Sastra, program Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini mempertemukan pelaku seni lokal dengan mahasiswa dari berbagai daerah dalam dialog sastra.

Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 16 peserta residensi dari sejumlah kota, antara lain Padang, Banten, Purwokerto, Denpasar, Mataram, Manado, Yogyakarta, dan Semarang, mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka merupakan mahasiswa terpilih yang menjalani masa residensi di bawah bimbingan maestro sastra nasional Gus Tf. Sakai, serta didampingi penulis dan pegiat literasi Muhammad Subhan.

Kunjungan ini ditujukan sebagai pembelajaran langsung mengenai ekosistem sastra lokal dan praktik kreatif yang dijalankan komunitas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengalaman, ide, dan wawasan lintas daerah dalam pengembangan komunitas sastra di tengah tantangan zaman.

Para peserta disambut tokoh-tokoh Komunitas Seni Kuflet dalam suasana hangat dan akrab. Ketua Harian Kuflet, Nofal Dwi Saputra, menyampaikan kehadiran peserta residensi menjadi momen untuk saling berbagi perspektif terkait kepenulisan dan manajemen komunitas seni.

“Ini menjadi bukti bahwa komunitas daerah pun punya suara nasional dan dapat memberi kontribusi nyata dalam pembangunan kebudayaan,” ujar Nofal.

Pendiri Komunitas Seni Kuflet, Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., memaparkan sejarah berdirinya komunitas tersebut. Ia menjelaskan Kuflet mulanya tumbuh sebagai komunitas sastra, lalu berkembang menjadi ruang ekspresi lintas disiplin, termasuk teater, musik, dan seni visual.

Sulaiman juga menerangkan pemilihan nama Kuflet yang berasal dari kata Yunani “Kuplet” yang berarti bait dalam puisi. Menurutnya, perubahan huruf “p” menjadi “f” dimaknai sebagai simbol transformasi dan dinamika kreatif. Sulaiman yang juga dosen teater di ISI Padangpanjang menegaskan menulis tidak hanya menjadi aktivitas berkarya, tetapi dapat berfungsi sebagai media pembelajaran, refleksi diri, hingga terapi psikologis.

Dialog berlangsung interaktif. Para peserta mengajukan pertanyaan seputar dunia kepenulisan, tantangan menjaga keberlanjutan komunitas, serta masa depan teater dan sastra di tengah arus digital. Dalam kesempatan itu, Sulaiman menyampaikan sejumlah prinsip agar komunitas tetap eksis, seperti menjaga konsistensi, menumbuhkan rasa memiliki, dan memperkuat budaya belajar di dalam komunitas.

Sementara itu, Sekretaris Komunitas Seni Kuflet, Teuku Abdul Aziz Alfaruq, menilai kunjungan tersebut memperkuat posisi Kuflet sebagai simpul dalam jaringan seni-sastra nasional. Ia menyebut komunitas lokal tetap relevan sebagai ruang dialog antargenerasi dalam dunia sastra.

Program BBM Seni Sastra sendiri merupakan upaya pemerintah untuk menjembatani generasi muda dengan para maestro seni, sehingga nilai-nilai budaya dan sastra dapat diwariskan secara hidup.