BERITA TERKINI
KNEKS: Ekonomi Syariah Jadi Agenda Strategis Nasional, Perlu Pengembangan Terintegrasi

KNEKS: Ekonomi Syariah Jadi Agenda Strategis Nasional, Perlu Pengembangan Terintegrasi

Upaya menjadikan ekonomi syariah sebagai motor baru pertumbuhan nasional terus diperkuat. Pengembangan yang tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan terintegrasi lintas sektor, dinilai menjadi kunci agar potensi ekonomi syariah Indonesia dapat dioptimalkan.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak bisa berjalan terpisah-pisah. Menurutnya, ekosistem perlu dibangun secara saling terhubung, mulai dari industri halal hingga keuangan syariah.

“Pengembangan ekonomi syariah membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Tidak hanya memperkuat industri halal, tetapi juga harus didukung oleh sektor ekspor, keuangan syariah, serta berbagai ekosistem pendukung lainnya,” ujar Emir melalui gawai, Minggu (19/4/2026).

Ia menilai sinergi antarsektor akan membentuk rantai nilai yang kuat dan berkelanjutan. Dengan rantai nilai tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga lebih kompetitif di pasar global.

Emir juga menyebut ekonomi syariah kini telah masuk dalam agenda strategis nasional. Hal itu, kata dia, tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang secara eksplisit menargetkan peningkatan kontribusi ekonomi syariah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ekonomi syariah bukan lagi sekadar alternatif, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi besar pembangunan nasional. Targetnya jelas, yakni meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Dengan dukungan kebijakan yang semakin kuat serta pendekatan yang terintegrasi, ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi salah satu pilar untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Ke depan, konsistensi implementasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dinilai akan menentukan terwujudnya potensi tersebut menjadi kekuatan nyata bagi perekonomian Indonesia.